Showing posts with label Habib Syaikh Assegaf. Show all posts
Showing posts with label Habib Syaikh Assegaf. Show all posts
Saturday, December 25, 2010
Wednesday, October 13, 2010
Simpang Lima Bersholawat
Hati pikiran serasa sejuk bak diguyur air es setelah berjalan di padang pasir ketika melihat ribuan orang yang kebanyakan berpakaian putih-putih yang berkumpul di lapangan Pancasila kawasan Simpang Lima Semarang malam tadi (10-10-'10) dalam acara Simpang Lima Bersholawat bersama Alhabib Syekh bin Abdulqadir Assegaf (Solo), habaib, ulama, Walikota Semarang dsb.Ribuan Syekher (pecinta Alhabib Syekh) membanjiri lapangan Pancasila dengan membawa bermacam-macam pernak-pernik seperti bendera yang bertuliskan "Syekher Mania" atau pun "Ahbabul Musthofa" (nama majelis sholawat dan maulid Alhabib Syekh) -bahkan ada yang membawa bendera merah putih- yang kemudian bendera-bendera itu dikibar-kibarkan mengikuti alunan qoshidah-qoshidah yang dibawakan oleh Alhabib Syekh yang diiringi hadroh dari Ahbabul Musthofa.
Alhabib Syekh memulai acara sekitar pukul 20.00 setelah dibuka oleh pembawa acara dari TvKU (stasiun TV lokal Semarang) -karena memang acara tadi malam disiarkan langsung di TvKU dan disiarkan ulang nanti malam (11-10-'10) di stasiun yang sama pukul 19.00- kemudian Walikota Semarang dan wakil Gubernur Jawa Tengah memberikan sambutannya.
Seperti biasa, Alhabib Syekh membacakan kitab Shimthud Durrar (kitab sejarah Nabi Muhammad Saw) diselingi dengan berbagai qoshidah yang menawan, Syekher Mania terus saja mengibarkan bendera-bendera mengikuti qoshidah tersebut. Setelah selesai, K.H. Kharis Shodaqoh pengasuh Ponpes Al-Itqon, Bugen - Semarang) berdiri menyampaikan nasehat beliau.
K.H. Kharis Shodaqoh memulai nasehat beliau dengan menyampaikan bahwa acara tadi malam selain bersholawat kepada Rasulullaah Muhammad Saw, juga sekaligus ber-halal-bi-halal masyarakat bersama ulama dan pemimpin setempat (Ulama - Umara' - Umat). Beliau berdoa semoga setelah acara ini kita semua menjadi lebih baik lagi, menjadi lebih rukun terhadap sesama kita.
Sebagaimana Rasulullaah Muhammad Saw bersabda bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang mau memaafkan kekeliruan temannya, saudaranya, kenalannya bahkan mungkin orang tuanya. Jangan merasa sombong dengan berbagai amal baik kita, sebab sering kali kita berpura-pura berbuat baik agar orang mengatakan kita adalah orang baik. Kita sering kali tidak mau kejelekan kita diketahui orang lain, kita sering kali mau agar dikenal baik saja dengan menutupi segala kejelekan kita tanpa merasa bahwa diri kita sesungguhnya hanya berpura-pura saja, kita takut pada orang bukan takut pada Allaah Swt. Sudah berpura-pura, kita justru senang mengumbar kejelekan orang lain. Ini adalah hal yang buruk!
Kemudian, K.H. Kharis Shodaqoh melanjutkan, orang yang bertaqwa adalah orang yang mencintai orang lain karena demikianlah Allaah Swt yang mencintai makhluq-Nya, Allaah Swt saja masih memberikan kita kesempatan untuk bertaubat maka seharusnyalah kita memaafkan kekeliruan orang lain. Demikian yang diteladankan oleh Rasulullaah Muhammad Saw dan ulama salaf. K.H. Kharis Shodaqoh mengakhiri nasehat beliau dengan mengatakan jika kita semua bisa berlaku demikian maka kita akan damai, Semarang akan damai dan Indonesia akan damai.
Nasehat berikutnya disampaikan oleh Alhabib Hasan bin Abdurrahman Aljufri (Semarang). Alhabib Hasan memulai nasehat beliau dengan mendoakan agar dengan berkumpulnya kita semoga Allaah Swt mententramkan hati kita, pikiran kita dan memudahkan semua urusan kita. Sejak awal hingga akhir acara banyak dikumandangkan sholawat kepada Rasulullaah Muhammad Saw, bersholawat adalah amal yang sangat dianjurkan untuk kita lakukan sebab hanya sholawat yang merupakan ibadah yang pasti diterima Allaah Swt meski kita lakukan dengan sombong. Ini terjadi karena keagungan Rasulullaah Muhammad Saw.
Rasulullaah Muhammad Saw meneladan memaafkan orang lain, merahmati orang lain dan membantu orang lain. Dan ketika kita mencinta Rasulullaah Muhammad Saw maka sudah seharusnya kita mengikuti Rasulullah Saw dengan memaafkan orang lain, merahmati orang lain dan membantu orang lain.
Pernah suatu ketika Rasulullaah Muhammad menyuruh para sahabat untuk berterus-terang apakah Rasulullaah Saw pernah berbuat kesalahan kepada mereka atau tidak, kalau pernah meski kecil, Rasulullaah Saw meminta agar mereka mengatakannya sebelum Rasulullaah Saw wafat. Lihat keagungan dan keredah-dirian beliau, Rasulullaah Saw yang sudah terjaga dari semua kekeliruan pun masih saja demikian tawadlu'nya untuk meminta maaf kepada para sahabat beliau Saw. Ini Rasulullaah Saw lakukan karena berharap rahmat Allaah Swt.
Semua ini ada dan terjadi karena rahmat Allaah Swt, mulai dari akhlaq baik adalah rahmat Allaah Swt dan berbagai kebaikan lainnya juga bagian dari rahmat Allaah Swt. Alhabib Hasan pernah menjelaskan dalam majelis ta'lim beliau bahwa jika rahmat Allaah Swt ditandai dengan 100%, maka rahmat Allaah Swt yang dikaruniakan kepada kita sekarang di sini barulah 1% saja, sedangkan yang 99% akan dikaruniakan di surga nanti. 1% saja sudah begini istimewanya, maka sudah seharusnya kita terus melakukan berbagai kebaikan untuk berharap rahmat Allaah Swt.
Alhabib Hasan berpesan agar kita menjadi makhluq yang merahmati makhluq lainnya dan jangan sampai keliru salah menempatkan rahmat! Tempatkan rahmat pada tempat yang semestinya, misal ketika kita ada teman yang masih punya kebiasaan mabuk jangan sampai kita kita justru membelikan dia khamr dengan alasan merahmati dia, ini adalah rahmat yang keliru tempatnya! Rahmat untuk orang yang masih suka mabuk adalah mengatakan pada dia bahwa mabuk itu adalah buruk karena banyak celakanya daripada manfaatnya, ajak dia melakukan perbuatan baik dengan lembut dan perlahan. Itu rahmat yang benar ditempatkan pada tempatnya.
Alhabib Hasan mengakhiri nasehat beliau dengan berkata bahwa sekarang di tempat ini kita bersholawat pada Rasulullaah Muhammad Saw, semoga besok-besok kita lebih istiqomah lagi dalam bersholawat sebab diantara banyak keistimewaan sholawat adalah sholawat merupakan mahar pernikahan Nabi Adam As dan istri beliau di surga dulu. Semoga ini menjadi bagian dari surga kita semua.
Kurang lebih pukul 22.30 acara berakhir.
Wednesday, September 03, 2008
Do'a yang Diaminkan Rasulullah Saw
Tembalang – Semarang. Air mata terjatuh disaat disebut Rasulullah Muhammad Saw dengan : ya habibi... Teringat mulut menyebut ya habibi...duhai kekasihku...tapi tidak melakukan perintah-perintah beliau Saw dengan benar dan tidak mencintai keluarga beliau Saw dengan sepenuh hati. Ya Allah perbaiki kami, jangan jauhkan kami dari orang-orang yang mengingat-Mu dan Rasulullah Muhammad Saw seperti mereka yang berkumpul sabtu malam 30 Agustus 2008 lalu di pondok pesantren Darut Taqwa milik kyai Mudrik.Malam itu diadakan pengajian umum, haflah sekaligus dibacakan maulid Simthud Durrar dan diakhiri dengan ceramah oleh habib Syaikh bin Abdulqodir Assegaf – Solo. Habib Syaikh malam itu terlihat capai karena padatnya jadwal dakwah beliau hampir tiap hari ke berbagai kota dalam minggu terakhir menjelang Ramadhan.
”Kemarin waktu di Jepara saja habib Syaikh tidak sering ber-qoshidah, murid-muridnya yang menggantikan beliau. Hanya di akhir beliau membaca maulid. Suaranya serak!”, kata ustadz Rudi.
Benar juga, malam itu habib Syaikh tidak ber-qoshidah, hanya memimpin jama’ah dengan ayunan tangan ke atas berdo’a mengikuti alunan syair qoshidah dan tersenyum. Beliau mempunyai sir (rahasia) sehingga meskipun beliau tidak ber-qoshidah dan hanya tersenyum sambil mengajak jama’ah yang hadir mengikuti syair qoshidah, keriangan tetap tampak menyebar pada jama’ah. Wajah-wajah mereka riang, mulut-mulut mereka mengikuti syair qoshidah, tangan sesekali diangkat ke atas berdo’a, keriangan mereka membuat hati makin hadir mengingat Allah Swt dan Rasul-Nya Saw.
Habib Syaikh membawa jama’ah menuju ke keriangan ke-Maha-Indah-an Allah Swt dan keindahan Rasul-Nya Saw. Rasulullah Muhammad Saw sempurna dengan semua ajaran beliau Saw. Tidak ada nasehat yang paling bagus kecuali yang berdasarkan nasehat dari beliau Saw. Tidak ada akhlaq yang paling baik kecuali yang mengikuti akhlaq beliau. Tidak ada adab yang terbaik kecuali yang meniru adab beliau Saw. Sungguh hati yang riang akan mudah diajak menuju kepada kebaikan. Suasana hati terwujud lewat wajah, wajah cerah dan riang maka begitu juga dengan hatinya. Senyum yang dibuat-buat akan terlihat tidak asyik, tapi senyum yang berasal dari hati akan terlihat sangat indah. Demikian juga dengan perkataan dsb.
Habib Syaikh mengingatkan tentang do’a malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah Muhammad Saw yaitu :
1. Orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak mendapatkan manfaatnya.
Ibarat ada sebuah mall yang memberikan semua barang jualannya gratis tapi begitu kita masuk kita hanya lihat-lihat saja, tidak mengambil sedikit pun barang di dalamnya, padahal itu gratis, tinggal pilih mana yang disuka lalu dibawa pulang. Ini berarti kita termasuk orang yang merugi! Apalagi ini bulan Ramadhan, perbuatan sunnah dilipat-gandakan pahalanya seperti wajib. Perbuatan wajib dilipat-gandakan pahalanya. Adalah rugi kalau kita keluar dari Ramadhan tapi tidak mendapatkan apapun dari Ramadhan.
Adalah sifat manusia justru penasaran begitu dilarang, penasaran kenapa dilarang membuat kita melanggar larangan tersebut. Padahal larangan itu dimaksudkan agar kita bertambah baik.
Sifat manusia yang lain adalah saling iri melihat apa yang dimiliki orang lain. Apa yang miliki adalah sesuai dengan keadaan kita, sesuatu yang tidak kita miliki belum tentu sesuai dengan keadaan kita, malah bisa jadi akan memperburuk keadaan kita. Kemarin kita menginginkan sesuatu barang yang dimiliki orang lain yang tidak kita miliki, lalu hari ini kita dikaruniai oleh Allah Swt bisa memiliki apa yang kita inginkan itu. Lihat apa yang kita rasakan sesudah memiliki barang dengan sebelum memiliki?
Sebelum memiliki kita begitu menggebu menginginkannya tapi begitu sudah memiliki rasa menggebu hilang berganti dengan rasa bosan dan ingin yang lebih lagi yang dimiliki orang lain yang tidak kita miliki. Selalu begitu kalau kita kurang syukur kita. Pepatah jawa mengatakan semua itu ”sawang-sinawang”. Bersyukurlah maka akan ditambah nikmat kita. Perbedaan diantara kita adalah untuk saling melengkapi.
2. Orang yang punya orang tua tapi tidak mendapat ridho mereka.
Apapun orang tua kita tetap harus dihormati dan ditaati perintah-perintahnya. Jangan karena sudah tahu ilmu sedikit langsung mendalili orang tua kita dengan bahasa yang kurang nyaman, jangan! Sampaikan dengan baik dan dahulukan mereka dibandingkan orang lain. Jangan sampai kita memberikan sesuatu kepada orang lain tetapi lupa kepada orang tua sendiri! Perhatikan mereka, muliakan mereka dan jangan sekali-kali menuduh orang tua kita mencuri harta kita! Harta anak adalah milik orang tuanya, tidak ada orang tua mencuri harta anaknya. Tapi ini jangan disalah-artikan dalam kesewenang-wenangan, ini bertujuan agar anak menghormati orang-tuanya.
3. Orang yang barang siapa disebut nama Rasulullah Muhammad Saw, dia tidak menjawab.
Dalam menjawab boleh dengan suara keras atau pun lemah. Tapi ada yang melarang berdzikir dengan suara yang dikeraskan dengan alasan bahwa Allah Swt Maha Mendengar jadi dengan suara lemah pun Allah Swt mendengar dzikir kita, doa kita, salam kita. Memang Allah Swt Maha Mendengar tapi dzikir dengan suara yang dikeraskan adalah dimaksudkan agar diantara kita yang belum ikut berdzikir mendengar dzikir kita lalu mereka mengikuti kita berdzikir, agar mereka yang belum mau ber-sholawat mendengar sholawat kita lalu mengikuti kita ber-sholawat.
Dalam menjawab boleh dengan suara keras atau pun lemah. Tapi ada yang melarang berdzikir dengan suara yang dikeraskan dengan alasan bahwa Allah Swt Maha Mendengar jadi dengan suara lemah pun Allah Swt mendengar dzikir kita, doa kita, salam kita. Memang Allah Swt Maha Mendengar tapi dzikir dengan suara yang dikeraskan adalah dimaksudkan agar diantara kita yang belum ikut berdzikir mendengar dzikir kita lalu mereka mengikuti kita berdzikir, agar mereka yang belum mau ber-sholawat mendengar sholawat kita lalu mengikuti kita ber-sholawat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
