Showing posts with label Majlis Madadun Nabawiy. Show all posts
Showing posts with label Majlis Madadun Nabawiy. Show all posts

Tuesday, January 06, 2009

Jauhi Syirik !

Oleh : Habib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan di majlis Madadun Nabawiy di masjid Alhikmah, Gemah - Semarang, tanggal 3 januari 2009)

Ingatlah, awal yang maka akhir akan baik pula dan yang tengah akan mengikuti! Semua yang kita lakukan akan dima'afkan oleh Allah Swt kecuali syirik. Syirik yaitu semua yang menduakan Allah Swt baik dhohir ataupun batin.

Syirik secara dhohir sebagaimana diketahui adalah menyembah dan mengakui Tuhan selain Allah Swt dengan diikuti oleh gerak badan kita, misal menyembah patung, menyembah pohon, mengakui lewat lesan bahwa dia yakin kepada selain Allah Swt dsb. Syirik secara dhohir seperti ini maka jika dilakukan oleh orang yang semula islam maka dia diharuskan mengucapkan lagi kalimat syahadat, mengakui lagi lewat lesannya bahwa dia hanya ber-Tuhan kepada Allah Swt saja dan hanya nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir.

Syirik batin terlihat kecil tapi lebih berbahaya daripada syirik dhohir karena orang yang seperti ini mungkin secara dhohir tidak terlihat menyembah Tuhan selain Allah Swt tapi keyakinannya sudah berpindah kepada selain Allah Swt. Orang yang seperti ini lesan mengakui Allah Swt tapi hatinya tidak, hatinya meragukan Allah Swt! Inilah letak bahayanya!

Sebagian contoh dari syirik batin adalah sebagaimana diketahui bahwa Allah Swt menjamin rizqi semua makhluq, tapi sering kali kita masih saja khawatir akan rizqi kita manakala kita mempunyai sedikit uang, manakala kita tidak bekerja dsb. Kita sering berkata, "Mau makan apa kalau tidak bekerja?" Perkataan semacam ini menimbulkan keraguannya kepada Allah Swt. Betul kerja memang salah satu washilah untuk menjemput rizqi dari Allah Swt, tapi tidak boleh kita meyakini bahwa kalau tidak bekerja maka tidak mendapat rizqi. Kita tidak boleh meyakini rizqi itu dari pabrik ini, kalau tidak tidak lewat pabrik itu maka kita tidak mendapatkan rizqi...yang seperti ini yang tidak boleh. Rizqi itu datangnya dari Allah Swt, Allah Swt menyampaikan rizqi kepada kita lewat berbagai jalan yang tidak kita duga. Yakin saja maka Allah Swt akan memenuhi rizqi kita! Tentu harus disertai usaha.

Begitu juga dengan berobat, obat memang bisa membuat sembuh penyakit kita tapi kita harus meyakini bahwa yang menyembuhkan kita bukanlah obat, Allah Swt-lah yang menyembuhkan kita.

Jika kita melakukan syirik batin maka oleh Allah Swt kita dikasih berbagai kejadian yang semakin membuat kita jauh dari Allah Swt, makin kuat syirik batinnya, durhaka kepada orang tua kita (red. Semua perbuatan kita yang membuat sakit orang tua kita itu tercela, penuhi perintah mereka selama sesuai dengan syari'at. Jika melanggar syari'at maka bantahlah dengan cara yang baik), memutuskan tali silaturrohim sebab akan dilaknat di alam barzah, mahsyar dan di siroth (red. Balaslah keburukan dengan kebaikan sebab keburukan yang dibalas dengan kebaikan akan bermanfaat bagi kita dan keturunan kita hingga kiamat nanti).

Allah Swt sesuai dengan keyakinan kita, meskipun kita membaca wirid yang mulia tapi kalau kita meyakini bahwa wirid itu yang menyelematkan kita maka ini termasuk syirik batin. Keselamatan hanya dari Allah Swt, hanya saja lewat wirid dsb. Perantara atau washilah itu boleh sebab tidak ada yang tidak butuh perantara. Dengan ijin Allah Swt maka wirid bisa membantu menyampaikan kita sampai di surga, setelah kita sampai di surga maka wirid pergi meninggalkan kita. Inilah manfaat amal baik yang membantu kita di dunia dan akhirat.

Semua tergantung kita, oleh karena itu manfaatkan semua yang ada untuk berbuat baik! Semua benda akan menyerap apapun yang dibacakan kepadanya, maka bacakan kalimat-kalimat yang baik yaitu kalimat yang mengingat Allah Swt dan nabi Muhammad Saw agar benda-benda tersebut menjadi baik dan bermanfaat bagi kita.

Tuesday, December 23, 2008

Perbuatan yang Sia-Sia

Oleh : Habib Shodiq bin Abubakar Baharun

Banyak diantara kita yang melakukan hal yang tidak bermanfaat dengan melakukan perbuatan yang sia-sia, yang rugi, meskipun banyak amalnya. Seharusnya kita melakukan kebaikan, melakukan banyak hal yang bermanfaat. Berikut adalah perbuatan yang sebaiknya kita dihindari, yaitu sebagai berikut :

1. Berdo'a hanya untuk diri kita sendiri.

Sebaiknya jangan berdo'a untuk diri kita sendiri, tapi berdo'alah juga untuk orang-tua kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita dan orang-orang islam atau mukmin lainnya. Dan, jangan hanya berdo'a demi kebutuhan duniawi saja, bermohon juga kepada Allah Swt untuk urusan dan kebutuhan akhirat kita semua.

2. Tidak membaca Alqur'an dalam sehari meski satu ayat pun tidak, padahal kita bisa dan mampu membaca Alqur'an.

3. Tidak mau sholat Tahiyatul Masjid ketika masuk Masjid, padahal masih cukup waktu untuk melakukannya sebelum sholat berjama'ah dimulai.

4. Tidak memberi salam kepada ahli qubur ketika melewati pemakaman.

Adalah suatu kebaikan membacakan dan menghadiahkan salam, bacaan Alqur'an atau sholawat ketika melewati pemakaman. Jadi biasakan ini ketika melewati pemakaman kaum muslim!

5. Mampu bepergian pada hari Jum'at tetapi tidak mau melakukan sholat Jum'at.

6. Berkunjung atau silaturrohim kepada orang alim (berilmu) tetapi tidak mau meminta do'a darinya.

Ziaroh (berkunjung) bukan hanya dilakukan kepada orang yang sudah meninggal saja, ziaroh kepada orang alim (berilmu) yang masih hidup adalah sangat penting untuk dilakukan. Dengan mengunjungi orang alim yang masih hidup, kita bisa mengambil banyak manfaat dari beliau lewat nasehat-nasehat beliau atau lewat kebiasaan baik beliau yang bisa kita tiru.

7. Menggunakan waktu untuk melakukan perbuatan yang sia-sia.

Kebanyakan anak muda menyia-nyiakan waktu mereka untuk bersenang-senang yang kurang membawa manfaat atau pun berfoya-foya, sebaiknya hindari menyia-nyiakan waktu ini sebab waktu adalah modal kita untuk menambah ibadah kepada Allah Swt. Dikatakan oleh Al Imam Ghozali bahwa waktu adalah sesuatu hal yang terjauh, yang maksudnya adalah begitu sudah lewat maka kita tidak mungkin bisa mengulanginya lagi.

8. Tidak peduli pada tetangga sekitar apakah lapar atau tidak, padahal kita mampu membantunya.

9. Tidak menghadiri undangan teman padahal kita tidak punya udzur (halangan) untuk mengahadirinya.

Sampaikan Meski Satu Ayat

Oleh : Habib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan di majlis Madadun Nabawiy, yaitu majlis pembacaan rotib Alhaddad dan maulid Simthud Durror di Masjid Alhikmah - Gemah, Semarang, sabtu 20 Desember 2008)

Alhamdulillah kita dikumpulkan oleh Allah Swt di tempat yang baik ini, yaitu masjid Alhikmah ini. Masjid merupakan tempat yang baik yang biasa digunakan untuk mengingat Allah Swt, mengingat Nabi Muhammad Saw, untuk menuntut ilmu, untuk menyebarkan kalimat-kalimat yang baik yang diajarkan oleh para salaf yang mana ini bersambung kepada Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa kita. Amin.

Kita sekarang berada di akhir bulan Dzulhijjah, bulan dimana dulu Nabi Muhammad Saw disaat haji wada' beliau Saw bertanya kepada para sahabat apakah ini bulan harom, para sahabat membenarkan. Beliau Saw kemudian bertanya lagi apakah beliau Saw sudah mengajarkan semunya, maka dijawab oleh para sahabat bahwa beliau Saw sudah mengajarkan semuanya. Nabi Muhammad Saw mengulang pertanyaan yang sama hingga 3X.

Maksud dari hadits ini adalah menyuruh kita menyampaikan meski satu ayat. Menyampaikan disini tidak harus dengan ceramah di depan pubik, atau di depan majlis...menyampaikan disini bisa kapan saja dan dengan siapa saja. Misalnya kita menyampaikan hal-hal yang baik kepada keluarga kita, anak istri kita atau suami kita atau saudara kita atau bahkan teman-teman kita sewaktu kita ngobrol bersama mereka.

Sampaikan nasehat yang baik kepada anak-anak kita, tapi sebelum kita menyampaikan kita seharusnya melakukan terlebih dulu tentang apa yang kita nasehatkan tersebut. Jangan sampai kita menasehatkan sesuatu kepada mereka tetapi kita tidak pernah mengerjakannya! Anak melihat orang-tuanya, kalau mereka melihat orang-tuanya melakukan hal-hal yang baik, maka mereka akan menirunya. Begitu juga sebaliknya, kalau orang tua melakukan hal-hal yang buruk dan tercela di mata agama, maka anak akan menirunya. Tanpa lewat kata-kata pun anak akan meniru kebiasaan orang-tuanya, oleh karena itu lakukan perbuatan yang baik agar anak-anak kita, istri dan keluarga kita menirunya.

Rumah tangga yang indah adalah rumah tangga yang sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw. Lihatlah keadaan masyarakat sekarang, berkurang sedikit jatah finansial dari suaminya langsung marah, berkurang sedikit saja jatah bulanan dari suaminya langsung lari dari suami. Keadaan ini jatuh berbeda dengan keadaan keluarga Nabi Muhammad Saw dimana meski jarang mempunyai sesuatu yang bisa dimakan tapi Nabi Muhammad Saw dan keluarganya tetap harmonis dan keindahan terpancar. Semua masalah bisa terselesaikan asalkan kita tenang dan jangan melihat lalu membandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain.

Allah Swt mengkaruniakan rizqi kepada kita, itu pasti, tapi membanding-bandingkan dengan keadaan orang lain adalah bisa menjerumuskan kita kepada keadaan tidak bersyukur atas nikmat yang kita terima, yang kita punyai saat ini. Kalau kita bisa bersyukur maka akan ditambah rizqi kita dari jalan yang tidak kita duga sebelumnya. Terutama ibu, adalah adalah orang yang memberikan pendidikan pertama bagi anak-anaknya.

Di akhir bulan Dzulhijjah ini kita disuruh untuk memperbanyak istighfar dan memperbanyak amal ibadah.

Tuesday, December 09, 2008

Jenazah

Oleh : Habib Shodiq bin Abubakar Baharun

Bab : Jenazah - Kitab Safinatun Najah


Maksud dari jenazah di sini adalah manusia yang sudah meninggal yang nanti akan digotong menuju pemakaman.


Sunnah mendekati orang-orang yang sedang naza' adalah sebagai berikut :

1. Untuk keluarga dari orang yang sedang naza' adalah berwudlu dan bacakan Al-qur'an kepada orang tersebut di telinga kirinya dan bacakan talqin (la illaha illallah) di telinga kanannya. Boleh juga dibalik, bacakan Al-qur'an di telinga kanan dan bacakan talqin di telinga kiri.

2. Lalu kepala orang yang sedang naza' diangkat dan ditetesi dengan air ke mulutnya sebab disaat itu ruh-nya sangat kepanasan dan sedang mengalami kehausan yang teramat sangat. Iblis datang menawari air minum kepadanya, jikalau dia menerima tawaran iblis untuk minum dari air yang dibawanya maka dia akan meninggal dalam keadaan buruk. Oleh karena itu sering-seringlah menetesi air minum ke mulut orang yang sedang naza' agar dia tidak kehausan.

3. Pakaikan siwak kepada orang yang sedang naza' di mulut atau di bibirnya, sunnah-nya 3x gerakan. Salah satu fungsi bersiwak adalah memudahkan orang dari naza'.


Tanda-tanda orang akan meninggal salah satunya adalah 40 hari sebelumnya dia terlihat pucat atau sakit.


Wajib bagi mayat adalah sebagai berikut :

1. Dimandikan.
Yang berhak memandikan mayat adalah keluarga dari mayat tersebut. Sebaiknya dihadirkan ulama untuk mendampingi agar benar tata cara memandikannya yaitu minimal dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh mayat.

2. Dibungkus dengan kain kafan.

3. Disholatkan.

4. Dikuburkan.
Orang kafir (yaitu orang yang tidak beriman kepada Allah Swt sebagai satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya) hanya diwajibkan untuk dikuburkan saja. Sedangkan untuk orang yang jarang sholat hanya diwajibkan untuk dimandikan, dibungkus dengan kain kafan dan dikuburkan saja.


Sunnah bagi mayat yang baru meninggal adalah sebagai berikut :

1. Tutup kedua kelopak matanya.

2. Tutup semua lubang yang ada di tubuhnya.

3. Lepas sesegera mungkin semua pakaian yang dikenakan di tubuhnya, karena ruh akan merasa kepanasan dalam perpindahan alam.

4. Kipasi mayat itu.

5. Tindihi perut mayat dengan sesuatu benda, karena agar angin di tubuhnya keluar semua.

6. Bacakan Alqur'an setelah kelima sunnah di atas dilakukan.

Dan, harom bagi keluarga mayat untuk menangisi mayat tersebut dengan berlebihan.

Tuesday, November 25, 2008

Wudlu dan Sholat

Oleh : Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan dalam majlis Madadun Nabawiy di Masjid Alhikmah - Gemah, Semarang hari Sabtu tanggal 22 November 2008)

Allah Swt memberikan pemahaman dalam hal agama bahwa sholat adalah tiang agama. Sholat adalah sangat penting kedudukannya bagi umat Islam, ibarat kepala terhadap badan kita. Tanpa kepala maka badan tidak bisa hidup, maka begitulah sholat, tanpa sholat maka segala kegiatan kita tidak akan sempurna.

Jika tanpa sholat, atau apapun istilahnya, maka tidak bisa disebut agama. Semua keyakinan mempunyai ritual khusus untuk mengingat-Nya dengan macam gerakan dan makna yang berbeda antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lainnya.

Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa orang Islam yang tidak sholat maka sebenarnya dia belumlah Islam secara keseluruhan. Sholat memang berarti mengingat, tapi apakah cukup mengingat Allah Swt saja tanpa sholat? Tidak! Sholatlah dengan dhohir dan batin kita mengingat Allah Swt. Nabi Muhammad Saw saja sholat, maka kita yang mengaku umat beliau Saw juga seharusnyalah sholat seperti sholat Nabi Muhammad Saw yaitu dengan khusyu', khudzur, ikhlas, paham bacaan sholat dan paham makna gerakan sholat dsb.

Kita harus menjaga sungguh-sungguh sholat kita dengan ta'dzim kepada Allah Swt yaitu dengan menjaga waktu dan syarat serta rukun sholat dan semua hal yang berhubungan dengan sholat, yaitu seperti halnya wudlu, najis, air dsb.

Sholat diwajibkan untuk semua usia dengan segala keadaannya. Jagalah sholat pertengahan, sholat wustho, sebagian besar ulama mengatakan bahwa sholat wustho adalah sholat dhuhur yaitu sholat yang pertama dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Sholat ini sering kali berat dilakukan karena berada dalam saat-saat kerja, sedang asyik kerja sehingga sering kali menimbulkan rasa malas di diri kita, karena itu kita harus menjaga sholat ini benar-benar.

Sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar asal dilakukan dengan tidak buru-buru, dilakukan dengan senyaman mungkin, memperhatikan syarat dan rukun sholat dsb. Sholat tidak sempurna jika wudlu dilakukan dengan tidak sempurna.

Yang wajib dalam wudlu adalah :
1. Niat (dilakukan ketika membasuh wajah yaitu niat dalam hati dan jika diucapkan maka insya Allah akan bertambah baik lagi),
2. Membasuh wajah (mulai dari empat jari di atas alis hingga satu jari di bawah dagu dan batas samping adalah bagian kecil yang menonjol di depan telinga),
3. Membasuh tangan (mulai dari ujung jari hingga dua jari di atas siku),
4. Membasuh kepala (mulai dari batas wajah paling atas hingga semua rambut, sedikitnya tiga helai rambut cukup),
5. Membasuh kaki (mulai ujung jari-jari kaki hingga 2 jari di atas mata kaki),
6. Tertib (urut mulai dari niat hingga nomer lima di atas)

Kenapa wudlu diwajibkan untuk dilakukan pada empat tempat tertentu di badan kita yaitu wajah, tangan, kepala dan kaki? Karena pada tempat-tempat itu sering kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allah Swt, bukankah awal perbuatan maksiat sering kali dimulai ketika mata memandang sesuatu yang buruk? Ketika mata memandang, nafsu pun berperan, lalu tangan, kepala, telinga dan kaki mengikuti sehingga semuanya berperan dalam perbuatan tersebut. Kalau perbuatan tersebut baik maka baiklah semuanya, kalau perbuatan itu buruk maka buruklah semuanya. Oleh sebab itu basuhlah dengan air wudlu, apa cukup dengan membasuh saja? Tidak! Setelah itu lakukan berbagai macam kebaikan demi mengingat Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw.

Selain itu tempat-tempat yang dibasuh air saat wudlu itu mudah capek dan air wudlu akan menghilangkan rasa capek tersebut sehingga kita akan segar lagi. Ketika badan sudah segar kembali, insya Allah kita akan mudah untuk berbuat berbagai macam kebaikan.

Wednesday, August 13, 2008

Amal yang Dicintai Allah Swt

Ustadz Taufiq :

Rasulullah Muhammad Saw bersabda bahwa amalan yang bisa membuat kita dicintai Allah Swt adalah :

1. Sholat tepat pada waktunya.

2. Berbakti kepada orang tua.

3. Silaturrahim.

4. Tidak menyia-nyiakan waktu. Sebaik-baiknya orang itu mereka yang berumur panjang dengan amal yang banyak. Sedangkan seburuk-buruknya orang itu mereka yang berumur panjang dengan tanpa amal. Umur kita pada dasarnya adalah yang kita gunakan untuk ibadah.

5. Tidak mengikuti hawa nafsu.

6. Bersungguh-sungguh taat kepada Allah Swt. Benar-benar taat dimana pun, dengan siapa pun dan sedang apapun juga. Tidak sesaat taat, sesaat tidak taat.

7. Memperbanyak dzikir kepada Allah Swt di saat sepi atau ramai, di saat sendiri atau dengan banyak orang.

Monday, August 07, 2006

Mengumpulkan Bekal

Assalamu'alaikum wr wb

Majlis Madadun Nabawiy...
Semarang, 5 Rojab 1427.



Karena pengasuh majlis Madadun Nabawiy, bib Shodiq Abubakar Baharun, berhalangan hadir, maka seperti biasa yang menggantikan beliah adalah ustadz Taufiq.


Shohabat yang mulia Sayyidy Abubakar as-Shidiq Ra usianya sebaya dengan baginda Rosul Saw, hanya selisih beberapa tahun dengan baginda Rosul Saw. Suatu ketika dalam suatu perang, beliau Ra shodaqoh seluruh hartanya untuk membiayai perang tersebut.

Baginda Rosul Saw lalu bertanya kurang lebih seperti ini,
"Shohabat Abubakar, anda shodaqoh seperti itu, apa yang anda tinggal untuk anak istri anda?".

"Yang saya tinggal untuk anak istri saya adalah Allah Swt dan Rosulullah Saw.", jawab beliau Ra.

Artinya beliau Ra benar-benar pasrah kepada Alah Swt, beliau Ra sungguh orang yang sangat dermawan.


Nasehat buat kita semua adalah :

1. Barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal, maka ibarat mengarungi laut samudra tanpa membawa perahu.

Kita di dunia hanya sebentar saja, meski sebentar tapi kalau kita gunakan untuk ibadah kepada Allah Swt, insya Allah kita termasuk orang yang akan masuk ke kubur dengan membawa bekal, bekal amal sholeh, amal yang karena Allah Swt.

Ada sabda Nabi Saw kurang lebih sebagai berikut :
"Tidak ada mayat di dalam kuburnya, kecuali mayat itu seperti orang yang minta tolong."

Seandainya kita bisa melihat apa yang terjadi di alam kubur, tentu kita akan memohon pada Allah Swt, akan menyesali dosa-dosa kita, tapi karena yang kita lihat bahwa alam kubur itu ghoib maka buat kita yang beriman harus meyakini bahwa ada macam-macam keadaan di alam kubur karena ke-Maha-Kuasa-an Allah Swt.

Semoga dosa-dosa ahli kubur kita diampuni Allah Swt, diterima segala amal-amal beliau oleh Allah Swt.


2. Rosul Saw bersabda yang kurang lebih sebagai berikut :
"Kejayaan selama di dunia bukan karena harta benda, tapi kejayaan keberuntungan kemuliaan karena bagusnya amal-amal kita."

Mari kita berdo'a agar kita mendapat keberuntungan, kejayaan, kemuliaan dari Allah Swt.

Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika...

Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb