Tuesday, December 02, 2008

Banyak Dzikir, Banyak Kebaikan Dunia Akhirat

Oleh : Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA

Sabtu, 25-02-2006, di rumah al-Habib Thohir bin Yahya - Semarang. Diterjemahkan : Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan

Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memulai ceramahnya dengan mengucap syukur pd Allah Swt yg telah mengumpulkan kita di perkumpulan yang mulia ini, perkumpulan yang penuh dengan rohmat, keberkahan dari Allah Swt, Allah Jalajaluh telah menentukan perkumpulan ini sebelum menciptakan alam semesta sehingga kita sekalian di malam hari ini berkumpul di perkumpulan yg mulia ini dengan di bawah naungan keridhoan Allah Swt, dengan di bawah naungan rohmat Allah Swt, perkumpulan yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah naungan dakwahnya Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah ajaran Nabi Muhammad Saw.

Kita berkumpul di malam hari ini, berkumpul berdzikir pada Allah Swt, mendengarkan ilmu yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, mendengarkan mempelajari apa-apa yang telah dibawa oleh Nabi kita Nabi Besar Muhammad Saw, kita berkumpul di malam hari ini mendengarkan ilmu, mendengarkan apa yang diajarkan Rosulullah tidak lain agar kita mengamalkan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Perkumpulan kita malam hari ini tidak lain adalah karena keberkahan Nabi Muhammad Saw, kalau bukan karena Rosulullah, kalau bukan karena Nabi Besar Nabi Muhammad Saw kita tidak akan pernah mengenal satu sama lain diantara kita, kalau bukan karena baginda besar Rosulullah Saw kita tidak akan pernah hadir di majlis ini, kalau bukan karena baginda besar Rosulullah Saw kita tidak saling mewasiatkan dengan al-haq washobar satu sama lain ayyuhal ihwan, kalau bukan karena baginda besar Nabi besar Muhammad Saw kita tidak akan pernah memiliki perbedaan dengan orang-orang kafir, orang-orang yang telah ditentukan oleh Allah untuk jauh dari Allah Swt, orang-orang yang dilaknat oleh Allah Swt, akan tetapi lihatlah Allah Jalajaluh menentukan kita di dalam qodlo' dan qodar-Nya dijadikan kita sebagai orang-orang beriman di sisi Allah Swt.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan kita ikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, kita ikuti ilmu yang dibawa Nabi Muhammad, yang menyerukan ajaran ini adalah Nabi Muhammad, ajaran yang datang dari Allah Swt, bukan dari pemikiran manusia, bukan dari orang yang sempit pemikirannya akan tetapi ajaran ini, agama ini datang dari Allah Swt dan ketahuilah: Kemuliaan kita, keagungan kita, kehormatan kita adalah dengan mengikuti ilmu Nabi Muhammad, dengan berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad Saw, berpegang teguh pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, dengan mengikuti jejak yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Perkumpulan kita di malam hari ini tidak lain adalah suatu pertanda dari Allah Swt, pertanda bahwa Alloh menghendaki untuk kita suatu kebaikkan, ini merupakan perkumpulan kita malam hari ini, pertanda bahwa Allah Swt akan mengangkat bala' dari kita sekalian, akan menyucikan hati kita, akan menyinari hati kita dengan cahaya-Nya yang terang benderang, perkumpulan kita di malam hari ini adalah perkumpulan yang penuh keberkahan dari Allah Swt, walaupun terkadang di malam hari ini kita berkumpul agak malam, akan tetapi walaupun kita agak capek sedikit berkumpul di ini malam, akan tetapi ingatlah nikmat yang diberikan Alloh Swt, sudah sepantasnya kita sebagai hamba untuk berjuang di jalan Allah Swt, untuk berkorban demi Allah Swt.

Demi Allah kalau bukan karena hadits, kalau bukan suatu hadits yang diucapkan oleh Rosulullah Saw, cukup hadits yang diucapkan Rosulullah Saw, di dalam hadits Rosulullah Saw bersabda:
"Di mana mereka orang-orang yang saling mencintai karena Aku (dikatakan oleh Allah)?"

Di hari kiamat kelak nanti diserukan suatu seruan yang memanggil mereka yang saling mencintai karena Allah Swt, yang saling menjenguk satu sama lain karena Allah Swt, yang saling berdzikir berkumpul berdzikir karena Allah Swt, mereka kelak akan di naungi oleh Allah Swt di bawah naungan rohmat Allah Swt. Di hari yang menakutkan, hari kiamat, dimana Allah Swt mendekatkan matahari sehingga disebutkan matahari didekatkan oleh Alloh Swt di atas kepala manusia satu mill sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw, sehingga manusia tertimpa suatu kesusahan yang begitu dahsyat, yang begitu menakutkan, mereka di bawah terik matahari yg panas, mereka dibanjiri oleh air keringat mereka sendiri, sehingga Nabi Muhammad Saw menyebutkan tentang hari kiamat yang begitu dahsyat, orang-orang yang dikumpulkan oleh Allah Swt di hari kiamat berdesak-desakan satu sama lainnya, diceritakan telapak kaki di atas seribu telapak kaki di bawahnya.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa mereka dibanjiri oleh keringat mereka, beberapa orang yang keringatnya sampai ke mata kakinya, beberapa lagi yang sampai ke lututnya, beberapa lagi sampai menutupi hidungnya.

Disebutkan di dalam hadits bahwa Nabi Muhammad ketika membawakan hadits tersebut beliau Saw mengisyaratkan ke hidungnya, beberapa orang sampai ditutupi oleh keringat sampai ke hidungnya, beberapa lagi sampai di atasnya, sampai 70 hasta karena tenggelam oleh keringat. Na'udzubillah mindzalik. Hari yang menakutkan, hari dimana Alloh Swt mengumpulkan al-awwalin wal ahirin, dan ketahuilah di hari yg menakutkan tersebut tidak ada yang mampu memberikan pertolongan dan syafa'at melainkan Nabi Muhammad Saw, Nabi yang agung, Nabi yang mulia di sisi Allah Swt.

Di dalam hadits, baginda Nabi besar Muhammad Saw, beliau Saw bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama kali memohon syafa'at kepada Allah Swt, dan aku adalah orang yang pertama kali yang diterima syafa'atnya oleh Allah Swt."

Dan ini Nabi Muhammad Saw, lihatlah di dalam hadits ini NabiMuhammad Saw mengajarkan agar kita menjalin hubungan dengan Nabi Muhammad Saw, menjalin hubungan yang erat dengan Rosulullah Saw. Dahulu para shohabat Rosulillahi Saw pernah suatu kali mereka berkumpul, berbicara satu sama lain membahas para Nabi-Nabi Allah, para Anbiya' Allah yang diutus oleh Allah, manusia-manusia yang mulia di sisi Allah Swt, dan inilah perkumpulan mereka para shohabat Rosulillahi Saw, mereka berkumpul mengingat Allah, mereka berkumpul mengingat Nabi Muhammad, mereka berkumpul mengingat orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Swt.

Lihat keadaan kaum muslimin sekarang, berbeda dengan keadaan para shohabat Rosulillah, kaum muslimin di jaman kita (mereka) berkumpul mengingat orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, menyebut nama-nama orang yang hina di sisi Allah Swt, sehingga betapa banyak kaum muslimin yang terpengaruh oleh pemikiran barat, pemikiran orang-orang yang tidak pernah sujud kepada Allah Swt. Kewajiban kita kaum muslimin, kewajiban kita sekalian ayyuhal ihwan adalah kita menyuburkan keimanan di dalam hati kita, kita tingkatkan keimanan kita pada Allah Swt, dan sungguh kemuliaan kita, keagungan kita dengan Allah Swt. Allah berfirman di dalam al-Qur'an:
"Kemuliaan, keagungan adalah milik Allah Swt, milik Rosulullah Saw, dan milik mereka yang beriman kepada Allah Swt, adapun mereka orang-orang munafiqin tidak mengetahui kalau kemuliaan adalah milik Allah Swt."

Oleh karena itu ayyuhal ihwan, kita agungkan Allah Swt, kita agungkan mereka mereka orang-orang yang diagungkan oleh Allah Swt, muliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Swt. Kewajiban kita mengagungkan Allah, mengagungkan Rosulullah, mengagungkan para shohabat Rosulillah, mengagungkan para auliya' Allah Swt. Disebutkan ketika pada suatu hari para shohabat Rosulillah Saw berkumpul, mereka menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi-Nabi yang terdahulu. Beberapa dari mereka
mengatakan:
'Lihatlah Nabi Ibrohim yang dijadikan oleh Allah sebagai Kholilullah (sebagai kekasih Allah Swt, sebagai orang yang dimuliakan oleh Allah Swt)!"

Maka beberapa shohabat yang lain mengatakan:
'Tapi lihat Nabi Musa yang lebih agung yang dijadikan oleh Allah sebagai Kalimullah, orang yang bicara langsung dengan Allah Swt!"

Beberapa lagi mengatakan:
'Lihat Nabi Isa As yang dijadikan oleh Allah sebagai Ruhullah sebagai Kalimatullah Swt!"

Beberapa lagi mengatakan tentang Nabi Adam yang diciptakan oleh Allah Swt secara langsung. Ketika mereka sedang menyebutkan keistimewaan para Nabi yang terdahulu, datang kepada mereka Nabi Muhammad Saw, ketika Nabi Muhammad datang pada mereka dan mengucapkan salam kepada mereka, Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka,
'Wahai para shohabatku, kalian berkumpul pada saat ini menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi utusan-utusan Allah Swt, kalian mengatakan bahwa Nabi Ibrohim adalah Kholilullah dan memang demikian Nabi Ibrohim adalah Kholilullah. Dan, kalian menyebutkan bahwa Nabi Musa adalah Kalimullah (orang yang berbicara langsung dengan Allah, yang bermunajat langsung dengan Allah) dan memang demikian adanya Nabi Musa sebagai Kalimullah. Dan demikian pula dengan Nabi Isa, dengan Nabi Adam As adalah orang yang mulia di sisi Allah Swt.'

Kemudian Nabi mengatakan kepada mereka,
'Dan ketahuilah wahai para shohabatku bahwa aku adalah kekasih Allah Swt, aku adalah habibullah, aku adalah kekasih Allah Swt, dan aku orang pertama yang memberikan syafa'at di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yg mulia dari kalangan makhluq yang diciptakan Allah Swt (aku yang mulia diantara mereka), dan aku adalah orang yang pertama yang mengetuk pintu Surga sehingga aku adalah Nabi pertama yang akan memasuki Surga dan bersamaku orang-orang fuqoro' dari orang-orang mukminin (orang-orang yang beriman kepada Allah Swt).'

Lihatlah Nabi Muhammad Saw, bagaimana beliau mengajarkan kita agar kita selalu menguatkan hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw. Allah dan Rosul-Nya lebih pantas kita agungkan, lebih pantas kita puaskan kalau memang kita beriman kepada Allah Swt.

Disebutkan oleh Sayyidina al-Habib Umar bahwa perkumpulan kita ini adalah perkumpulan yang insya Allah membawa keberkahan untuk kita sekalian, kita kelak di hari kiamat akan dibangkitkan oleh Allah Swt di hari yg menakutkan. Mengelompokan diri daripada Allah ke dalam Surga-Nya, dan kelompok akan digiring oleh Allah Swt ke dalam Neraka Na'udzubillah mindzalik. Oleh karena itulah persiapkan diri kita untuk menghadapi hari kiamat yang menakutkan dengan mensucikan hati kita, dengan menghidupkan syari'at Nabi Muhammad Saw, dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah Swt, jauhkan segala larangan Allah, jauhkan apa-apa yang diharomkan oleh Allah
Swt. Perbuatan yang diharomkan oleh Allah Swt seperti riba', seperti ucapan-ucapan yang kotor yang tidak diridhoi Allah Swt, tinggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah, melihat hal-hal yang diharomkan oleh Allah, mata kita...jauhkan mata kita dari maksiat yang diharomkan oleh Allah Swt! Agungkan perintah Allah Swt, agungkan apa yang diperintah oleh Allah Swt.

Dan, al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memberikan wasiat kepada kita sekalian agar menjadikan bagian dari al-Qur'an, kita membaca al-Qur'an setiap harinya, jangan kita tinggalkan al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah Swt. Setiap hari kita baca al-Qur'an, setiap hari kita berdzikir kepada Allah Swt, lihatlah Allah Jalajaluh berfirman di dalam al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah selalu kepada Allah, berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak."

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. Pernah sekali baginda besar Nabi Muhammad Saw ditanya oleh beberapa shohabat,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang berjihad di jalanmu, siapa diantara mereka yang mendapatkan pahala yang paling besar dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Mereka orang-orang yang berjihad yang paling besar mendapatkan pahala dari Allah Swt adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Sehingga beberapa shohabat bertanya lagi kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang mendirikan sholat, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad menjawab sebagaimana jawabannya yang pertama, beliau mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari mereka adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Beberapa shohabat lagi bertanya kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, orang yang berzakat, siapa dari mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Shohabat bertanya lagi,
"Mereka ya Rosulullah, mereka yang bersedekah di jalan Alloh, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt adalah mereka orang-orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Ketika mendengar perkataan tersebut, Sayyidina Abubakar, Sayyidina Umar mengatakan kepada Nabi Muhamamad,
"Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, mereka kelak memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat!"

Maka Nabi Muhammad mengatakan kepada para shohabat-nya,
"Memang demikian, mereka orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, mereka telah memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat."

Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, beliau menyebutkan di dalam beberapa perkataannya beliau memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah Swt, bahwa bagi mereka keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat dari Allah Swt. Bahkan disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad Saw bahwa petir tidak akan menyambar orang-orang yang berdzikir kepada Allah Swt. Di dalam hadits yang lain, disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa seseorang hamba tidak mengerjakan suatu amalan yang mampu menyelamatkannya dari siksa api Neraka yang lebih ampuh daripada dzikir kepada Allah Swt. Ketika beberapa shohabat datang kepada Nabi Muhammad Saw, beberapa shohabat mengadu,
"Ya Rosulullah, syari'at Islam banyak amalannya, aku bingung bagian mana yang harus aku dahulukan? Maka berikan wasiat padaku suatu amalan ya Rosulullah yang aku pegang dengan teguh."

Maka Nabi Muhammad Saw memberikan kepadanya wasiat agar dia banyak berdzikir kepada Allah Swt.

Disebutkan lagi, seorang anak dari kalangan shohabat Rosulillah ditawan oleh orang-orang kafir, maka ayah dan ibu dari anak tersebut mengadu kepada Nabi Muhammad Saw, mengadu bahwa anaknya ditawan oleh orang-orang kafir, maka Nabi Muhamamd Saw memberikan wasiat kepada ayah dan ibu dari anak tersebut agar banyak berdzikir kepada Allah Swt. Dan Nabi Muhammad memberikan suatu dzikir yang berbunyi "Lahawla walaquwata illabillah" agar kedua orang tua tersebut memperbanyak membaca dzikir "Lahawla walaquwata illabillah", maka sang ayah dan sang ibu membaca "Lahawla walaquwata illabillah" dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, setiap waktunya dibaca dzikir tersebut.

Dan Allah Swt, ketika anak tersebut sedang ditawan kebetulan para penjaga yang mengawasi anak tersebut sedang ketiduran, maka sang anak ini berhasil menyelamatkan dirinya berkat pertolongan dari Allah Swt, keluar dari penjara! Sehingga dia mendapati orang-orang yang menjaga penjara sedang tertidur maka anak ini kabur, dan di luar melihat onta-onta orang-orang kafir, onta yang dimiliki orang-orang kafir, maka dirampaslah onta-onta tersebut dan dibawa ke kota Madinah. Ketika sampai sang anak, setelah menyelamatkan dirinya dari tawanan orang-orang kafir dengan membawa
harta rampasan dari orang-orang kafir, langsung datang ke rumah ayah dan ibunya. Didapati ayah ibunya sedang memperbanyak dzikir membaca "Lahawla walaquwata illabillah" yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka sang anak ini mengetuk pintu rumah orang tuanya. Ketika dibuka, orang tuanya sangat berbahagia melihat anaknya telah diselamatkan oleh Allah Swt dengan berkat dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan, kita perbanyak dzikir kepada Allah Swt, berdzikir dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hati kita, sehingga disebutkan beberapa orang wanita datang kepada seorang wali min auliya' illah di kota Baghdad, kebetulan wanita ini memohon-mohon kepada wali tersebut agar dituliskan kepadanya, kebetulan salah seorang keluarganya sedang sakit maka ini wanita datang wali min auliya' illah itu agar dituliskan suatu dzikir yang dicelupkan ke dalam air untuk diminum oleh anaknya atau keluarganya yang sedang sakit. Maka sang wali ini meminta kepada sang wanita tersebut untuk gelas untuk dituliskan di dalam gelas tersebut dzikrullah Swt yang nanti akan dituangkan air ke dalamnya untuk diminum oleh keluarganya yang sedang sakit. Baru diambil itu gelas, dan ini syeikh ini wali baru memulai menulis nama Allah, tiba-tiba gelas tersebut pecah karena tidak kuat menanggung nama Allah Swt. Ini wali menulis dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hatinya, baru menulis "La illaha illalloh" di dalam gelas, itu gelas langsung itu pecah, maka ini wali mengatakan kepada wanita itu, "Coba bawakan gelas yang lain untuk aku tulis nama Allah didalamnya!"

Dibawakan gelas yang lain, baru mulai menulis itu gelas pecah lagi, dan begitu seterusnya beberapa kali dibawakan gelas dan setiap kali ingin ditulis nama Allah itu gelas langsung pecah, maka sang wali ini mengatakan kepada wanita itu,
"Lebih baik engkau wahai wanita pergi kepada orang sholeh yang lain dan mohon do'a kepadanya, karena hatiku ini selalu hadir kepada Allah Swt, apabila aku berdzikir kepada Allah, hatiku khusyuk kepada Allah sehingga setiap kali aku menulis ini gelas akan pecah dan apabila engkau membawakan aku gelas yang ada di seluruh kota Baghdad, semuanya akan pecah tidak akan mampu menahan nama Allah yang aku akan tuliskan ke dalam gelas tersebut."


Lihatlah bagaimana orang-orang sebelum kita, ketika mereka berdzikir pada
Allah Swt, dan beginilah sepantasnyalah kita berdzikir kepada Allah Swt.

Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Al-Imam al-Quthb Sayyidina al-Habib Abdullah al-Haddad, beliau ketika berdzikir kepada Allah, beliau berdzikir dalam keadaan khusyuk, bahkan di tiap keadaannya beliau selalu dalam keadaan ingat kepada Alloh Swt, dalam keadaan khusyuk sehingga disebutkan ketika beliau akan sholat, beliau selalu memberikan wasiat para sahabatnya agar apabila beliau pergi sholat agar tidak seorangpun berbicara dengannya. Mengapa? Karena ketika beliau akan pergi ke Mushola untuk sholat, beliau sedang mengumpulkan hatinya untuk mengingat kepada Allah Swt, mengkonsentrasikan hati dan pikirannya untuk mengingat kepada Allah Swt. Disebutkan bahwa al-Habib Abdullah al-Haddad pernah sekali ketika ingin sholat di suatu Mushola atau di suatu Masjid, ketika beliau mengucapkan takbirotul ihrom, tembok yang ada di depannya langsung terbelah karena wibawa nama Allah Swt yang diucapkan al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Dan inilah para auliya' Allah, orang-orang yang sebelum kita ketika mereka berdzikir kepada Allah Swt.

Dan al-Habib Umar di akhir ceramahnya, beliau memberikan do'a kepada kita sekalian, beliau berdo'a dengan do'a yang insya Allah dikabulkan oleh Allah Swt. Beliau menyebutkan ketika beliau berdo'a, beliau mengatakan apabila salah seorang dari kita, bahkan apabila seseroang dari ujung bumi dia berjalan merangkak untuk menghadiri do'a yang dibaca ini maka memang sudah sepantasnya dia berjalan merangkak walaupun dari ujung dunia karena insya Allah do'a kita dikabulkan oleh Allah Swt, dan al-Habib Umar mendo'akan kepada kita sekalian agar majlis kita ini diberikan keberkahan oleh Allah Swt, dan dijadikan majlis kita ini majlis yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, do'a yang bersambung dengan do'a Nabi Muhammad, majlis yang bersambung dengan majlis Nabi Muhammad Saw.

Ini sedikit yang bisa saya (*) terjemahkan dari apa yang saya (*) fahami dari ceramahnya Sayyidina al-Habib Umar, mudah-mudahan apa yg kita dengar membawa manfaat untuk kita sekalian, wassholollohu ala sayyidina Muhammadin, wa ala alihi washohbihi wassalam, walhamdulillahirrobbil alamin.

__________________________________________________________________
(*) : Saya = Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan

Friday, November 28, 2008

Hati yang Hadir - 2

Oleh : Hany Ba'agil

Termasuk kunci-kunci masuk menuju hadirat ilahi adalah Hadirnya Hati. Suatu poin sangat penting yang sering dilalaikan kebanyakan manusia. Karena maulid, burdah, pengajian, dll telah menjadi sesuatu yang rutin, maka hati pun cenderung menebal dan resisten serta mengabaikan. Seperti sebagian hadirin sholat jum'at tidak mau mendengarkan khotbah dengan mengantuk-antukkan diri sepanjang khotbah.

Begitu pentingnya masalah kehadiran hati hingga banyak sekali ditekankan oleh para salaf, dalam kalam, tulisan dan qasidah mereka. Begitu pula para guru kita habaib di tarim juga menekankan [pentingnya kehadiran hati].

Ibarat hati itu wadah, maka ketika wadah itu tertutup atau mengahadap ke arah yang tidak tepat, maka ia tidak akan menampung curahan hujan madad dari Allah Ta'ala. Apabila cawan hati itu menghadap ke atas, maka madad Allah akan sampai masuk merasuk ke dalam hati. Itulah sebabnya berbeda antara yang hadir hatinya dengan yang tidak. Yang satu membawa pulang bekal yang lebih banyak ketimbang yang lain. Sebagian orang setelah hadir majlis merasakan suasana hati yang menakjubkan, karena dia telah membuka cawan hatinya. Sebagian tidak merasakan apa-apa, karena dia memang tidak kebagian hujan madad, cawannya tertutup atau terbalik atau menghadap ke arah yang salah.

Salah satu guru kita mengajarkan apabila seseorang hadir dalam suatu majlis hendaklah dia mendengarkan setiap kata yang dilontarkan, karena pada setiap kata tersebut tersimpan madad Allah.

Setiap kata memiliki kekuatan menghidupkan hati kita. Kalau kita perhatikan para Habaib kita di Hadramaut sangatlah khusyuk dalam berbagai majlis. Bahkan bisa dikatakan seperti orang yang tenggelam ke dalam alunan makna-makna dari kalimat-kalimat yang terucap. Bahkan mereka sanggup duduk tenang tanpa bergerak mendengarkan maulid selama berjam-jam dalam salah satu acara baca maulid tahunan di masjid jami' Tarim. Bahkan seolah berada dalam atmosfer mengawang.

Maka salah satu rahasia untuk dekat dan sampai kepada Allah adalah Hadirnya Hati.

Wallahu a'lam

Tuesday, November 25, 2008

Wudlu dan Sholat

Oleh : Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan dalam majlis Madadun Nabawiy di Masjid Alhikmah - Gemah, Semarang hari Sabtu tanggal 22 November 2008)

Allah Swt memberikan pemahaman dalam hal agama bahwa sholat adalah tiang agama. Sholat adalah sangat penting kedudukannya bagi umat Islam, ibarat kepala terhadap badan kita. Tanpa kepala maka badan tidak bisa hidup, maka begitulah sholat, tanpa sholat maka segala kegiatan kita tidak akan sempurna.

Jika tanpa sholat, atau apapun istilahnya, maka tidak bisa disebut agama. Semua keyakinan mempunyai ritual khusus untuk mengingat-Nya dengan macam gerakan dan makna yang berbeda antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lainnya.

Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa orang Islam yang tidak sholat maka sebenarnya dia belumlah Islam secara keseluruhan. Sholat memang berarti mengingat, tapi apakah cukup mengingat Allah Swt saja tanpa sholat? Tidak! Sholatlah dengan dhohir dan batin kita mengingat Allah Swt. Nabi Muhammad Saw saja sholat, maka kita yang mengaku umat beliau Saw juga seharusnyalah sholat seperti sholat Nabi Muhammad Saw yaitu dengan khusyu', khudzur, ikhlas, paham bacaan sholat dan paham makna gerakan sholat dsb.

Kita harus menjaga sungguh-sungguh sholat kita dengan ta'dzim kepada Allah Swt yaitu dengan menjaga waktu dan syarat serta rukun sholat dan semua hal yang berhubungan dengan sholat, yaitu seperti halnya wudlu, najis, air dsb.

Sholat diwajibkan untuk semua usia dengan segala keadaannya. Jagalah sholat pertengahan, sholat wustho, sebagian besar ulama mengatakan bahwa sholat wustho adalah sholat dhuhur yaitu sholat yang pertama dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Sholat ini sering kali berat dilakukan karena berada dalam saat-saat kerja, sedang asyik kerja sehingga sering kali menimbulkan rasa malas di diri kita, karena itu kita harus menjaga sholat ini benar-benar.

Sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar asal dilakukan dengan tidak buru-buru, dilakukan dengan senyaman mungkin, memperhatikan syarat dan rukun sholat dsb. Sholat tidak sempurna jika wudlu dilakukan dengan tidak sempurna.

Yang wajib dalam wudlu adalah :
1. Niat (dilakukan ketika membasuh wajah yaitu niat dalam hati dan jika diucapkan maka insya Allah akan bertambah baik lagi),
2. Membasuh wajah (mulai dari empat jari di atas alis hingga satu jari di bawah dagu dan batas samping adalah bagian kecil yang menonjol di depan telinga),
3. Membasuh tangan (mulai dari ujung jari hingga dua jari di atas siku),
4. Membasuh kepala (mulai dari batas wajah paling atas hingga semua rambut, sedikitnya tiga helai rambut cukup),
5. Membasuh kaki (mulai ujung jari-jari kaki hingga 2 jari di atas mata kaki),
6. Tertib (urut mulai dari niat hingga nomer lima di atas)

Kenapa wudlu diwajibkan untuk dilakukan pada empat tempat tertentu di badan kita yaitu wajah, tangan, kepala dan kaki? Karena pada tempat-tempat itu sering kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allah Swt, bukankah awal perbuatan maksiat sering kali dimulai ketika mata memandang sesuatu yang buruk? Ketika mata memandang, nafsu pun berperan, lalu tangan, kepala, telinga dan kaki mengikuti sehingga semuanya berperan dalam perbuatan tersebut. Kalau perbuatan tersebut baik maka baiklah semuanya, kalau perbuatan itu buruk maka buruklah semuanya. Oleh sebab itu basuhlah dengan air wudlu, apa cukup dengan membasuh saja? Tidak! Setelah itu lakukan berbagai macam kebaikan demi mengingat Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw.

Selain itu tempat-tempat yang dibasuh air saat wudlu itu mudah capek dan air wudlu akan menghilangkan rasa capek tersebut sehingga kita akan segar lagi. Ketika badan sudah segar kembali, insya Allah kita akan mudah untuk berbuat berbagai macam kebaikan.

Monday, November 24, 2008

Hati yang Hadir - 1

Oleh : Alhabib Alwiy bin Abdullah Alhasni

(Disampaikan dalam majlis rotib Alhaddad dan maulid Simthud Durror di Mushola Attaqwa - Sendang Guwo, Semarang tanggal 23 November 2008)

Perhatikan orang-orang yang mengikuti majlis pembacaan maulid, ada yang menangis di awal acara, ada yang menangis ketika sampai di tengah acara, ada yang menangis di akhir acara dan bahkan ada yang tidak menangis sama sekali!

Kenapa? Bukankah tidak ada diantara mereka yang mengalami hidup sejaman dengan Rosulullah Muhammad Saw? Kenapa mereka menangis?

Karena hati mereka sudah tersambung kepada Rosulullah Muhammad Saw, hati mereka hadir menyeluruh ketika berada di majlis. Ketika hati sudah hadir maka mereka akan mendapatkan diri mereka dekat dengan yang mereka cintai, kalau yang mereka cintai adalah Rosulullah Muhammad Saw maka mereka hadir bersama Rosulullah Muhammad Saw. Dalam kehadiran itu mereka akan merasakan suasana yang menakjubkan sehingga membuat mereka meneteskan air mata karena mengingat bahwa betapa agungnya akhlaq Nabi Muhammad Saw. Mereka menangis karena betapa mereka merasakan bahwa mereka kerap kali lupa mendekatkan diri kepada Allah Swt, mereka ingat pada Allah Swt sewaktu masih berada di dalam majlis saja, begitu keluar dari majlis mereka segera lupa.

Ada pula yang tidak menangis, kenapa? Bisa jadi karena hatinya tidak hadir penuh. Hati tidak hadir sering kali disebabkan kurang dipersiapkan di awal atau terlalu banyak tertawa. Tertawa boleh tapi terlalu banyak adalah kurang baik. Tapi bukan berarti kita harus menangis tiap kali ada di dalam majlis maulid, bukan! Menangis atau tidak itu menyesuaikan suasana. Terkadang justru ada yang merasa sangat bahagia dan gembira berada dalam majlis maulid, bahagia mengingat Rosulullah Muhammad Saw, bahagia berada di majlis yang di dalamnya ada usaha mengingat Allah Swt dan Rosulullah Muhammad Saw, bahagia berada diantara orang-orang yang senang hal-hal yang baik.

Dikatakan oleh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi dalam kitab Simthud Durror bahwa Allah Swt berkenan melipat-gandakan manfaatnya bagi si pembaca ataupun bagi pendengarnya, sehingga keduanya akan memasuki pintu syafa'at.

Lakukan apa yang kita bisa lakukan, bagi yang bisa membaca ya bacalah dengan sepenuh hati, bagi yang bisa mendengarkan saja ya dengarkanlah dengan baik agar tertanam dalam hati. Allah Swt tidak memandang banyaknya tapi kualitasnya. Banyak tapi berkualitas adalah jauh lebih baik.

Manfaatkan Waktu Kita

Oleh : Kyai Imam Suyuti - Demak

(Disampaikan dalam majlis rotib Alhaddad dan maulid Simthud Durror di Rawasari - Semarang bersama Alhabib Hasan bin Abdurrohman bin Zen Aljufri jum'at malam sabtu 21 November 2008)

Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi di dalam kitab Simthud Durror berkata kurang lebih sebagai berikut :

Maha suci Allah Tuhan Yang Pemurah yang di dalam kitab suci Alqur'an Alhakim mengungkap berita gembira dengan firman-Nya:

"Telah datang kepadamu seorang Rosul dari kalanganmu sendiri, ia selalu prihatin atas apa yang menimpamu. Ia sangat menginginkan kamu beriman. Ia sangat penyantun, sangat penyayang."

Maka barang siapa saja yang sampai kepadanya kabar gembira ini, serta menerimanya dengan hati dan pikiran sehat , nisacaya ia beroleh petunjuk kearah jalan yang lurus tiada sesat.

Manusia memang banyak yang pemurah, suka menolong tapi jika kita berulang kali kita datang kepadanya untuk minta tolong maka sering kali pula kita mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Begitulah manusia yang mudah menutup "pintu" pertolongannya kepada sesama. Mintalah kepada Yang Tidak Pernah Menutup "pintu" yaitu Allah Swt, jangan meminta kepada selain Dia!

Kyai Imam Suyuti mengawali ceramahnya dengan mengingatkan bahwa kita yang hadir di sini memohon pada Allah Swt dengan bertawasul lewat Nabi Muhammad Saw lewat ahlul bayt Nabi Muhammad Saw. Barang siapa mengambil perantara (ber-tawasul) seperti ini insya Allah tidak akan tertolak hajat-hajat kita.

Tawasul adalah sebagai tanda kita merendahkan diri kepada Allah Swt, kita mengakui bahwa kita mempunyai banyak sekali dosa dan kesalahan kepada Allah Swt, oleh karena itu kita perlu washilah.

Mengambil washilah ini tidak semata-mata lewat lesan saja tapi harus dilakukan dengan perbuatan. Kalau kita memohon kepada Allah Swt dengan perantara Nabi Muhammad Saw maka kita harus benar-benar mencontoh perilaku Nabi Muhammad Saw yang amat santun dan tegas berwibawa dalam segala hal. Nabi Muhammad Saw sangat mengutamakan adab maka kita seharusnya juga menjadi orang yang mempunyai adab (tata krama) kepada sesama manusia dan kepada Allah Swt. Nabi Muhammad Saw sangat mengutamakan akhlaq maka kita seharusnya juga memperhatikan akhlaq kita. Nabi Muhammad Saw mengutamakan ilmu dan amal, maka kita seharusnya memperhatikan ilmu dan amal kita sebab ilmu dan amal tidak boleh dipisahkan. Ilmu tanpa amal adalah tidak sempurna. Amal tanpa ilmu adalah batal.

Allah Swt tidak pernah menutup "pintu" rohmat-Nya kepada mereka yang mau mendekatkan dirinya kepada-Nya dengan segala macam ibadah dan pengakuan bahwa dirinya lemah dan hanya Allah Swt-lah Yang Maha Kuasa atas segalanya, terutama di sepertiga akhir malam disaat yang lain sedang tertidur pulas dia ambil wudlu lalu merendahkan diri di hadapan-Nya dan mengakui bahwa tiada daya dan kekuatan selain Allah Swt.

Manfaatkan juga waktu-waktu kita untuk beribadah kepada Allah Swt, seperti setelah sholat sebaiknya kita jangan buru-buru pergi tapi berdo'alah, memohonlah kepada Allah Swt sebab dengan memohon kepada Allah Swt adalah salah satu bukti kita mengakui bahwa kita sangat lemah jika dibandingkan dengan Allah Swt, dan kita membutuhkan Allah Swt.

Thursday, November 06, 2008

Narimo Ing Pandum

Oleh : Ki Ageng Suryomentaram

Saklumahing bumi sakurebing langit puniko mboten wonten barang ingkang pantes dipun oyo-oyo (ngoyo), dipun padosi utawi dipun ceri-ceri (dipun siriki), dipun tampik.

Jalaran barang ingkang saged kecepeng sarono pangoyo-oyo puniko mboten murugaken bejo, nanging namung murugaken bingah sakedhap.

Kosok wangsulipun, barang ingkang dipun ceri-ceri, nanging meksa kecepeng, puniko mboten murugaken ciloko, nanging namung murugaken sisah sakedahap.

Terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia adalah sbb :

Di dalam bumi dan langit yang terbentang luas ini tidak ada barang yang pantas dipaksakan, dicari atau dibenci, ditolak.

Sebab barang yang kita dapatkan dengan cara yang memaksakan diri kita tidaklah mendatangkan keberuntungan, tapi hanya mendatangkan kebahagiaan yang sekejab.

Sebaliknya, (jika) kita mendapatkan barang yang kita benci (maka) sama sekali tidak mendatangkan kecelakaan, tapi hanya mendatangkan kesusahan yang sekejab.

Kaos

Dulu saya dibelikan kaos yang ada tulisan nama panggilan saya di kaos, sekarang saya gantian belikan buat anak saya. Namanya Muhammad Haykal, tapi keluargaku panggil dia Uli, singkatan dari maULId sebab Haykal dulu lahir tanggal 12 Robi'l Awwal 1427.