Monday, August 07, 2006

Al-Baqoroh

Assalamu'alaikum wr wb

Majlis An-Nur...
Semarang, 6 Rojab 1427.



Bib Ghozi Ahmad Musthofa Shihab memulai majlis dengan berkata,
"Semoga pertemuan kita di pagi yang baik ini mendapat ridho Allah Swt."

Beliau kemudian menyampaikan tentang al-Qur'an surat al-Baqoroh, keutamaan surat al-Baqoroh. Sebagaimana telah diberitakan oleh manusia agung, Rosulullah Muhammad Saw telah bersabda,
"Wahai umatku, bacalah surat al-Baqoroh, kemudian pelajari ilmu-ilmu yang dikandung di surat al-Baqoroh tersebut, karena kalau kalian membaca dan mempelajarinya, maka kalian akan mendapatkan suatu keberkahan dari Allah Swt. Sedangkan kalau kalian meninggalkan (jangankan untuk mempelajari surat al-Baqoroh, untuk membacanya saja tidak) maka kalian akan mendapatkan kerugian yang nyata."

Karena salah satu keampuhan dari surat al-Baqoroh adalah para tukang sihir tidak akan bisa mengenai kalian selama kalian membaca surat ini. Seampuh apa pun tukang sihir ini ingin mencelakai anda, tetapi anda selalu mewiridkan surat al-Baqoroh, maka mereka tidak akan pernah menciderai orang-orang yang selalu membaca dan mengamalkan surat al-Baqoroh.

Kemudian hikmah kedua, bagi orang-orang yang suka membacanya, terutama di dalam rumahnya sendiri maka setan tidak akan pernah masuk ke rumahnya.

Dari shohabat Akrimah, Rosul Saw bersabda bahwa barang siapa membaca surat al-Baqoroh (yang diturunkan di kota Madinah) di siang hari maka setan tidak akan masuk selama tiga hari. Begitu juga, barang siapa membacanya di rumahnya pada malam hari, maka setan tidak pernah berani masuk ke rumahnya selama tiga malam.

Ganjaran dari Allah bagi yang membaca surat al-Baqoroh adalah bukan per surat tapi per huruf, per titik yang kita baca. Kita tahu bahwa di surat al-Baqoroh ada 21an ribu kalimat, kita tidak bisa mengira pahala di sisi Allah Swt surat al-Baqoroh, jadi kita mendapatkan dunia dan akhirat, dhohir dan batin. Di dalam batin kita mendapat suatu ketenangan saat membaca surat al-Baqoroh karena kita sudah dijauhkan dari setan yang terkutuk.

Sebagaimana yang dikisahkan oleh para shohabat, bahwa suatu ketika sayyidina Abubakar Ra kedatangan tamu yang mulia, baginda Nabi Muhammad Saw. Begitu datang, sayyidina Abubakar menyambut beliau Saw, "Marhaban bika ya Rosulullah." disediakan tikar, tempat yang baik, Rosulullah pun duduk.

Tiba-tiba datang seorang Badui ke sayyidina Abubakar Ra, habis dicacinya sayyidina Abubakar, tapi sayyidina Abubakar sangat sabar. Rosulullah tersenyum. Kemudian dengan senyumnya Rosulullah ini, cacian Badui semakin menjadi ke sayyidina Abubakar dengan cacian kotor dan sumpah serapah keji, tapi sayyidina Abubakar tetap bertahan sabar meski hampir tidak kuat. Rosulullah tesenyum yang agak lebar. Lalu, cacian si Badui ini tambah menggila kata-katanya, ini puncak kesabaran sayyidina Abubakar, akhirnya beliau Ra lalu menghadik orang tersebut, "Wahai Badui, tidak layak keluar dari mulutmu karena tidak benar yang kau katakan!". Nabi Saw langsung berdiri dan pergi.

Di saat itu, sayyidina Abubakar langsung mengejar Rosulullah dan mohon ma'af, "Ya Rosulullah ma'afkan aku? Aku tidak sengaja, aku tidak ada niat untuk melukai hatimu, karena kau adalah tamuku, orang yang dimuliakan Allah dan orang yang aku muliakan. Tolong dima'afkan kesalahanku".

Rosulullah Saw bersabda,
"Wahai Abubakar shohabatku, aku tidak marah terhadap hardikanmu, tapi ketahuilah ketika anda menahan sabar pertama kali, para Malaikat berkerumun di depanmu, di samping kananmu, di samping kirimu, di atasmu, di belakangmu. Begitu juga yang kedua, tambah banyak yang turun dari langit karena ingin mendapatkan kebahagiaan dari kesabaranmu, tetapi anda menghardik si Badui maka bertaburanlah malaikat itu ke atas, dan muncul setan-setan yang terkutuk mengelilingmu, maka aku lari dari rumahmu karena aku tidak ingin berkumpul dengan setan."

Ini jadi alam ruh, karena Rosulullah Saw diberi mukjizat dari Allah Swt pandangan beliau Saw bisa melihat hal-hal yang ghoib yang bagi kita tertutup, karena ruh kita yang dilihat baginda Nabi besar Muhammad Saw, karena sabar itu ruh kita di situ memancar sinar-sinar yang terang hingga sampai ke langit, malaikat menyapa kita, tetapi begitu kemarahan datang, setan masuk maka habislah cahaya itu, redup dan padam hingga gelap, maka Rosulullah pulang.

Nah, di sinilah keuntungan kita bagi yang suka mengamalkan surat al-Baqoroh ini, ruhnya bercahaya dan setan tidak bisa memadamkan terang benderang sinar-Nya Allah Swt tadi. Ini berkah dari fadhilah bagi yang suka membaca surat al-Baqoroh.

Diriwayatkan lagi oleh para shohabat Ra bahwa pada suatu hari Rosulullah Saw pernah mengangkat kabilah, pemimpin dalam suatu kaum. Di situ berkumpul orang-orang tua, anak-anak muda dan anak-anak kecil serta remaja yang baru baligh. Di dalam menentukan pimpinan rombongan maka diceklah mereka ini satu per satu untuk membaca al-Qur'anul karim, yang paling fasih (fasih itu benar mahroj-nya, huruf yang keluar dari lesannya itu benar, hafal itu surat)jadi pemimpin.

Ternyata yang terbaik membaca al-Qur'anul karim adalah seorang pemuda, dia tahu tajwid, dia tahu mahroj, dia hafal dan dia memahami maknanya, maka oleh Rosulullah pemuda itu diangkat jadi pemimpin rombongan. Maka berangkatlah mereka dengan ridho Allah Swt dan Rosulullah Saw. Ini adalah berkah dari memahami surat al-Baqoroh, jadi memang pemuda itu cinta dengan surat al-Baqoroh karena dia telah mendengar sabda baginda Nabi Muhammad Saw,
"Bacalah selalu oleh kalian dua cahaya yang terang benderang, yang sampai cahaya itu menyentuh langit-Nya Allah Swt, yaitu surat al-Baqoroh dan surat Ali Imron."

Ini di dunia sudah dapat. Jadi cahaya ruh kita jauh lebih canggih dari cahaya apapun!

Jadi, manfaat dari surat al-Baqoroh ini sudah Allah Swt anugrahkan kepada orang-orang yang beriman yang mengamalkan, mentadaburi, merenungi surat al-Baqoroh dan Ali Imron ini dari dirinya Allah sudah beri manfaat, diri kita dijauhkan dari setan yang terkutuk yang selalu ingin memadamkan cahaya-cahaya ini hingga tidak sampai ke langit-Nya Allah Swt, tetapi berkat membaca surat ini, cahaya terus hidup, tetap bersinar terang benderang...ini di dunia, bagaimana di akhirat?

Dikatakan oleh Rosulullah Saw bahwa dua ayat ini, di yaumil kiamat nanti, di padang mahsyar, ketika makhluq Allah ini ada yang kebingungan, kehausan, kesakitan, kelaparan, dua surat ini datang tak ubahnya bagai rombongan burung-burung yang sangat indah, merdu suaranya, berbaris rapi di atas kepala kita menaungi dahsyatnya panas matahari saat itu, tak ubahnya seperti awan yang menyejukkan pandangan mata dan menyejukkan badan kita karena membawa udara segar.

Ini yang diberikan Allah bagi yang suka mengamalkan surat al-Baqoroh dan surat Ali Imron, di dunia, dan di akhirat dia dapatkan itu.

Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika...

Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan Anda atas tulisan di atas.