Showing posts with label Habib Umar bin Hafidz. Show all posts
Showing posts with label Habib Umar bin Hafidz. Show all posts

Thursday, September 26, 2019

Ratib Alhaddad

Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidl bin Syeh Abubakar bin Salim menjelaskan tentang Ratib Alhaddad, Ratib ini disusun oleh Alquthb Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad pada malam jum'at tanggal 27 Ramadlan, tepat di malam Lailatul Qadr.

Ratib ini adalah terdiri dari kumpulan ayat-ayat Al Qur'an yang merujuk kepada hadits Rasulullah Saw. Telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk bahasa Inggris, dan telah dibaca di banyak tempat termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawiy.

Tuesday, August 20, 2019

Manfaat Lapar

Al habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidl bin Syeh Abubakar bin Salim menjelaskan manfaat mengurangi makan karena Allah Ta'ala niatnya, ada 10 menurut Imam Ghazali sbb:

1. Mensucikan hati, membuka bashirah, mengembangkan bakat.

Tuesday, January 04, 2011

Tabligh Akbar Bersama Alhabib Umar bin Hafidh di Bandung

Oleh: Hamim Ahmad

Tabligh Akbar Bersama Al Habib Umar bin Hafidz

================================

Bandung, 4 Januari 2011

Ribuan umat muslim di Jawa Barat hadir di Masjid Raya Bandung kemarin Senin, 3 Januari 2011. Kedatangan mereka untuk mengikuti kegiatan Doa Bersama dan Tabligh Akbar Internasional bersama Al Habib Umar bin Hafiz. Kegiatan ini dipandegani oleh Majelis Taklim As Syifa wal Mahmudiyyah Sumedang pimpinan KH. Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi. Nampak hadir laki-laki, perempuan, orang tua maupun anak-anak, yang didominasi dengan baju yang serba putih.

Tabligh dimulai setelah sholat Maghrib hingga sekitar pukul 10.00 malam. Diawali dengan membaca sholawat Nariyah secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang ustadz dari Majelis Ta'lim tersebut lalu dilanjutkan sholat Isya berjamaah. Seusai sholat Isya acara dilanjutkan dengan membaca sholawat dan Maulid Ad Dhiyaul Lami' yang merupakan kitab maulid gubahan guru mulia, Al Habib Umar. Pembacaan Maulid ini dipimpin oleh Habib Ahmad bin Novel yang hadir lebih dahulu bersama beberapa habib dan para kyai. Sementara kakak beliau Habib Jindan bin Novel datang bersama sang Guru, Habib Umar beserta rombongan para habib dari hadramaut Yaman. Dalam acara ini Habib Jindan di daulat sebagai penerjemah tausiyah Habib Umar yang menggunakan Bahasa Arab.

Sunday, May 17, 2009

Berpolitik Ala Nabi Saw

Multaqo Ulama Jawa Tengah (4)

SEMARANG. Ketika ada yang bertanya tentang thoriqoh Nasabandi, Alhabib Umar bin Hafidh menjelaskan bahwa thoriqoh tersebut memiliki sanad secara syari'at dan shohih.

Lalu bagaimana ahli thoriqoh bekerja sama dengan pemerintah?

Alhabib Umar bin Hafidh merujuk ke apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw dijaga dari hal-hal yang tidak baik, termasuk cara berpolitik nabi Muhammad Saw pun juga diwahyukan oleh Allah Swt. Tidak seperti kita, maka jika kita berpolotik sudah seharusnya kita bepolitik mengikuti cara nabi Muhammad Saw berpolitik.

Setiap pemerintah memiliki aturan-aturan yang mana aturan-aturan tersebut ada yang baik dan ada yang buruk. Maka katakan yang haq itu haq dan katakan yang bathil itu bathil. Itu kewajiban kita. Jika kita tidak seperti itu maka haram hukumnya kita berpolitik!

Hukum ikut atau tidak dalam berpolitik maka itu tergantung niat kita masing-masing. Nabi Musa As diperintahkan oleh Allah Swt agar menasehati Fir'aun, ini politik yang dibolehkan. Nabi Muhammad Saw berikirim surat kepada pimpinan-pimpinan negara tetangga untuk mengajak mereka mengikuti ALlah Swt, ini politik yang dibolehkan.

Jaman dulu mereka saling menolak jika diminta menjadi pimpinan atau dikasih jabatan pemerintahan kecuali terpaksa maka mereka menerimanya. Akan tetapi jika mereka disuruh zakat, shodaqoh, jihad dsb mereka bersegera melakukannya tanpa menunda-nunda. Sungguh bertolak belakang jika mereka ditawari jabatan pemerintahan, mereka buru-buru menolak kecuali terpaksa.

Iman didapat dari Hati yang Hadir & Pembersihan Jiwa

Multaqo Ulama Jawa Tengah (3)

SEMARANG. Multaqo Ulama Jawa Tengah berlangsung dua hari di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), dimulai sehabis sholat jum'at dan berakhir sabtu sehabis maghrib. Alhabib Umar dan rombongan langsung berangkat meneruskan perjalanan dakwah ke Malang, masih sama yaitu Multaqo Ulama Jawa Timur.

Sebelumnya berakhir, Alhabib Umar sempat mengatakan bahwa sebenarnya ilmu dan iman tidak ada habisnya, setiap saat sebagaimana ayat Alqur'an yang menyuruh kita berdoa bermohon kepada Allah Swt agar kita ditambah ilmu kita. Lihatlah imam Ahmad bin Hanbal yang terus membawa alat tulis di setiap majlisnya dengan niat akan terus menambah ilmu sampai dengan akhir hayat beliau.

Tidak ada karunia yang lebih besar daripada iman. Imam Ali Kwh berkata bahwa doa kita akan dikabulkan sesuai dengan keyakinan kita. Keyakinan itu tidak sekadar mengetahui dalil-dalil dari berbagai perkara, tidak sekedar mengetahui makna-makna dari berbagai perkara...bahkan Abu Jahal pun mengetahui pasti bahwa nabi Muhammad Saw itu benar tapi dia tidak mengikuti nabi Muhammad Saw.

Demikian juga dengan Fir'aun yang ingkar terhadap Allah Swt dan nabi Musa As, padahal dia tahu bahwa Allah Swt dan nabi Musa As adalah benar. Jadi tidak sekedar yakin saja, tapi iman diletakkan oleh Allah Swt di dalam hati kita.

Cahaya iman ini didapat dengan hati yang hadir dan pembersihan jiwa. Jika ini telah ada pada kita dan kita berkumpul dengan orang-orang yang beriman, maka kita akan bersambung dengan nabi Muhammad Saw.

Setiap jaman ada orang yang berpegang teguh kepada agama, orang-orang seperti ini patut diikuti. Ulama lebih mengetahui keberadaan orang-orang seperti ini daripada masyarakat awam. Tapi pada hakikatnya sebenarnya masyarakat awam pun mengetahui akan hal ini dan mereka pun menyukai kebenaran yang datang dari orang-orang yang berpegang kepada agama yaitu orang-orang yang jelas sanad ilmu dan sanad rujukannya dsb agar ilmu yang didapatkan tidak berasal dari hawa nafsu mereka sendiri tapi benar-benar berasal dari kebenaran, salah satunya dari kalangan ahlul bayt nabi Muhammad Saw.

Agama untuk Mengatasi Permasalahan Jaman

Multaqo Ulama Jawa Tengah (2)

SEMARANG. Alhabib Luthfi bin Yahya (Pekalongan) mengatakan bahwa perhatian, pandangan masyarakat kepada ulama memudar karena gaya hidup modernisasi. Gaya hidup modernisasi menganggap masyarakat religius itu kuno atau terasing dari dunia. Tapi pada kenyataannya masyarakat Islam adalah miskin dan bodoh, sangat antagonis memang!

Juga banyak yang tidak mau mengakui pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut benar. Seandainya ada orang yang kita anggap kurang benar pendapatnya, duduklah dan lihatlah apa yang dia lakukan! Jangan akui pendapat atau tuduhan dari orang ketiga dst sebelum kita mengatui detail dari yang dituduhkan itu, jangan akui tanpa kita tahu detailnya! Ini orang shidiq yaitu awal tidak suka tapi setelah duduk dan melihat dengan mata kepala sendiri ternyata tidak amal buruk yang menyimpang dari nabi Muhammad Saw yang dilakukannya, maka diakui kebenarannya..ini yang disebut jujur.

Kenapa 4 madzhab bertahan sampai sekarang? Karena sikap beliau-beliau yang masya Allah benar, meskipun beliau-beliau tidak ikut berpolitik tapi beliau-beliau tidak membenci pemerintah. Alhabib Umar bin Hafidh menambahkan bahwa keempat imam madzhab tersebut mampu memenghadapi berbagai masalah jaman karena beliau-beliau sangat memahami agama, ta'dzim dan ikhlas.

Sebenarnya sebelum empat madzhab tersebut, ada banyak madzhab tapi tidak termasyhur sampai dengan sekarang. Tapi jika diteliti lebih dalam, di setiap pendapat empat madzhab tersebut ada pendapat dari madzahab-madzhab yang tidak termasyhur tersebut termaktub di dalamnya.

Perkumpulan ini tidak hanya sepihak saja yang berbicara tapi juga diadakan tanya jawab dengan mereka yang hadir. Ketika ada pertanyaan tentang ada pendapat bahwa hadits yang terdapat kitab maulid Simthud Durrar itu diragukan kebenarannya, maka Alhabib Umar menjawab bahwa orang itu berbicara sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Menurut Alhabib Umar, sebenarnya kitab yang menjadi dasar mereka mengatakan hadits tersebut palsu itu hilang beberapa lembar kertas sehingga mereka tidak mengetahuinya. Alhabib Umar memiliki kitab yang lengkap dengan beberapa lembar kertas yang hilang tersebut ada di dalamnya. Di beberapa lembar kertas tersebut dijelaskan bahwa hadits tersebut ada dan benar.

Lihatlah, orang berbicara sesuai kemampuan dan ilmu yang dimilikinya. Jadi tidak perlu marah ketika mengetahui ada perndapat yang kurang nyaman didengar karena apapun yang mereka katakan adalah itu ilmunya. Kita yang mempunyai ilmu yang lebih harus memahami mereka.

Ulama Adalah yang Paling Bertanggung Jawab

Multaqo Ulama Jawa Tengah (1)

SEMARANG. Tanggal 17 hingga 18 April 2009 yang lalu para ulama di Jawa Tengah dan sekitarnya mengadakan sebuah perkumpulan untuk membahas kebaikan bersama.

Multaqo ulama ini diprakasai oleh Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh bin Syaikh Abubakar bin Salim (Yaman), sebagaimana beliau menuturkan bahwa ide berkumpul seperti ini sejak 3 tahun yang lalu diawali oleh Rabithah Alawiyyah dengan dihadiri banyak ulama dari beberapa negara. Alhabib Umar menyampaikan hal ini kepada para ulama di setiap negara yang beliau singgahi agar mereka datang mengahadiri acara ini.

"Maka kita kuatkan diri kita di Indonesia ini agar terasa manfaat dari perkumpulan seperti ini.", demikian Alhabib Umar mengingatkan.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Rabithah Alawiyyah menjelaskan bahwa banyak ulama berjalan sendiri-sendiri, niat berjalan bersama-sama seperti ini karena muslim di Indonesia banyak tersebar. Penyelarasan tujuan dari para ulama seperti ini salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi upaya pengkotak-kotakan di masyarakat. Kemudian Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh mengenalkan konsep yang lebih baik yaitu multaqo ulama seperti ini.

"Sekuat apa niat kita maka itu yang dikabulkan oleh Allah Swt!", kata Alhabib Umar bin Hafidh.

Beliau melanjutkan nasehatnya bahwa tidak ada jalan lain kecuali menggembirakan nabi Muhammad Saw. Dahulu bibir nabi Muhammad Saw pecah, kaki terluka, mengikatkan batu di perut demi menyampaikan agama kepada kita. Maka perjuangan kita sekarang adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan perjuangan nabi Muhammad Saw.

Setinggi apapun kedudukan kita jika tidak dipandang oleh nabi Muhammad Saw maka percuma saja. Semua kekurangan, semua perbedaan, semua kecurangan jika kita serahkan (kita kembalikan) kepada nabi Muhammad Saw maka akan selesai.

Allah Swt menampakkan berbagai masalah kepada kita itu untuk menunjukkan betapa lemahnya ulama. Tujuannya adalah agar kita menyadari kelemahan kita untuk kemudian menjalankan tugas dengan lebih baik.

Jika di perkumpulan seperti ini disebutkan suatu permasalahan, maka ini bukan ghibah tapi awal dari terselesainya masalah tersebut. Lalu setelah itu, tutupi kesempatan untuk timbulnya kelemahan-kelemahan seperti itu lagi! Bukan ulama saja tapi umat juga, tapi yang paling bertanggung-jawab adalah ulama.

Thursday, May 14, 2009

Semua Berjalan di Jalannya Masing-Masing

Oleh : Alhabib Umar bin Hafidh

(Disampaikan dalam rangkain acara Multaqo Ulama di Masjid Agung Jawa Tengah - MAJT, Semarang dari tanggal 17 - 18 April 2009)

Kita mendapat nikmat yang besar dari Allah Swt. Dahulu orang terdahulu mendapatkan nikmat seperti yang kita rasakan dengan perjuangan yang sangat berat sehingga kita sekarang dapat merasakan nikmat tersebut.

Oleh karena itu kita yang mempunyai kemampuan (ulama) harus menyelamatkan masyarakat. Halaqoh dzikir dan ilmu harus terus hidup di masyarakat karena kita mempunyai murid-murid. Kita harus terus menyempurnakan tawasul kita, menyempurnakan silaturrahim diantara kita untuk meningkatkan dakwah kita.

Saya datang ke Indonesia sejak 17 tahun yang lalu. Di sini (Indonesia) masih terjaga madzhab Syafi'i, tapi akhir-akhir ini ada madzhab yang tidak baik yang kalau kita tidak berhati-hati maka madzhab tersebut akan menyesatkan kita.

Kita harus bekerja sama agar masalah-masalah seperti ini dapat terselesaikan dengan tidak terganggu oleh latar belakang kita masing-masing. Dengan saling bertemu kita dapat menyedikitkan kesalah-pahaman sehingga keadaan yang lebih baik akan kita dapatkan.

Ini tidak ada niat lain kecuali ingin menyatukan umat. Ilmu adalah mempunyai kedudukan yang tinggi sehingga bagi orang yang berilmu tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain untuk mengikuti keinginannya. Seperti halnya politik, partai-partai tidak bisa memaksa kyai atau ulama untuk meninggalkan pondok pesantrennya hanya untuk masuk ke partainya. Semua harus tetap berjalan di jalannya masing-masing akan tetapi tetap harus sering-sering bertemu (silaturrahim).

Silaturrahim ini tidak membahas latar belakangnya masing-masing, tidak! Tapi pertemuan-pertemuan yang membahas kebaikan umat.

Lihatlah dzikir kita, apakah membawa hasil bagi kita? Apakah membawa pengaruh bagi diri kita?

Wednesday, April 15, 2009

Jadwal Kunjungan Ke-2 Habib Umar bin Hafidz

Alhamdulillah pada bulan April 2009 yang bertepatan dengan bulan Rabi'ul Akhir 1430 H, kita kembali akan kedatangan tamu agung, yaitu Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, dari Tarim Hadramaut. Beliau akan melakukan kunjungan da'wah beliau khususnya untuk melakukan ijtima' dengan ulama dari berbagai daerah di Indonesia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini memang Habib Umar bin Hafidz singgah ke Indonesia selama dua kali, yang pertama Beliau hadir pada bulan Januari yang lalu atau bertepatan dengan bulan Muhamrram 1430 H, dan yang kedua beliau InsyaAllah hadir pada pertengahan bulan April yang jadwalnya terlampir dibawah ini.

InsyaAllah dengan hadirnya guru mulia kita tersebut, banyak manfaat yang bisa kita terima khususnya buat kita pribadi, umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Jadwal kegiatan Habib Umar bin Hafidz selama di Indonesia yang ke-2 sebagai berikut :

Rabu 15/04/09 :
Tiba di Jakarta

Kamis 16/04/09 :
Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dDi Solo

Jumat 17/04/09 :
Maulid di Solo

Jumat 17/04/09 :
- Sholat Jumat di Masjid Agung Semarang
- Ijtima' Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)

Sabtu 18/04/09 :
Ijtima' Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)

Ahad 19/04/09 :
Ijtima' Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)

Senin 20/04/09 :
Ijtima' Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)

Senin 20/04/09 :
Haul Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi di Surabaya

Selasa 21/04/09 :
Ijtima' Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)

Rabu 22/04/09 :
Ijtima' Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)

Kamis 23/04/09 – Ahad 26/04/09 :
Haul dan Maulid di Singapura

Ahad 26/04/09 :
Maulid Di Masjid Istiqlal di Jakarta

Senin 27/04/09 :
Ijtima' Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)

Selasa 28/04/09 :
Ijtima' Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)

Rabu 29/04/09 :
Ijtima' Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)

Kamis 30/04/09 :
Ijtima' Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)

Kamis 30/04/09 :
Perjalanan Ke Australia Ijtima' di Sydney

Monday, January 12, 2009

Mendengarkan dan Menyimak

Nasehat Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim yang disampaikan dalam rangkaian acara haul Syaikh Abubakar bin Salim di Cidodol - Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ahad 11 Januari 2009, diterjemahkan oleh Alhabib Jindan bin Naufal bin Salim bin Jindan.


Alhabib Umar bin Hafidz mengawali nasehat dengan mengucapkan syukur kepada Allah Swt atas berkumpulnya kita di tempat yang mulia untuk mengenang orang mulia dengan bacaan-bacaan yang mulia. Beliau mengingatkan agar kita yang hadir juga menghadirkan hati kita masing-masing di sini.

Alhabib Umar menceritakan keadaan para shohabat Rosulullah Muhammad Saw jaman dulu yang begitu indah, mereka mendengarkan dan menyimak apa yang diajarkan, apa yang disampaikan, apa yang diteladankan oleh Rosulullah Muhammad Saw kepada mereka.

Para shohabat mendengar, menyimak untuk kemudian dipahami dan diamalkan. Keadaan membuat mereka diridhoi oleh Allah Swt, mereka diridhoi oleh Allah Swt karena ketaatan mereka kepada Rosulullah Muhammad Saw. Barang siapa dikatakan taat kepada Allah Swt jikalau dia mentaati Rosulullah Muhammad Saw, dikatakan mentaati Rosulullah jikalau dia menjalankan sunnah-sunnah beliau Saw.

Apa yang dilakukan para shohabat berlangsung hingga Rosulullah Muhammad Saw wafat. Suatu ketika di saat sayid Abubakar sedang menyampaikan nasehat-nasehat beliau di hadapan banyak orang, ada orang yang begitu mendengarkan dan menyimak apa yang beliau sampaikan, maka sayid Abubakar berkata beginilah keadaan kami pada waktu mendengarkan nasehat Rosulullah Muhammad Saw.

Dengan mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan akan mendatangkan ridho Alah Swt. Lihatlah perang Badr! Pasukan Islam hanya sekitar 300 orang tapi menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak di atas mereka. Musuh yang sudah sangat siapa berperang, sedangkan pasukan Islam awal hanya bermaksud mencegat saja, bukan berperang, tapi mereka sanggup mengalahkan pasukan musuh dan mendapat kemenangan yang gemilang. Kemenangan itu mereka dapatkan karena mereka mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw, semua perintah Rosulullah Muhammad Saw mereka lakukan.

Sekarang coba lihat perang Uhud, pasukan Islam siap berperang tapi mereka mengalami banyak kerugian, pasukan banyak yang wafat bahkan Rosulullah Muhammad Saw pun ikut terluka karenanya. Kenapa, bukankah kali ini mereka sudah siap untuk berperang daripada perang Badr? Mereka mengalami banyak kerugian karena pasukan Islam tidak melakukan perintah Rosulullah Muhammad Saw, hanya satu perintah Rosulullah Muhammad Saw tidak mereka lakukan yaitu Rosulullah Muhammad Saw memerintahkan agar pasukan panah jangan turun dari gunung. Tapi pasukan panah Islam melihat pasukan musuh yang terlihat kalah, mereka mengira sudah menang sehingga mereka mengejar musuh ke bawah gunung. Ternyata ini jebakan sehingga pasukan Islam kalah. Lihatlah apa akibat tidak melakukan perintah Rosulullah Muhammad Saw, kita akan mengalami suatu kerugian yang sangat besar! Jangan katakan "Ah, hanya satu dari perintah Rosulullah Muhammad Saw yang tidak aku jalankan!", jangan katakan begitu! Meski satu perintah tidak kita lakukan tapi itu akan mengakibatkan kerugian besar bagi kita.

Instropeksi diri kita sendiri, perbaiki diri kita dulu, baru keluarga dan lingkungan kita! Lihat berapa banyak yang bermasiat kepada Allah Swt? Kalau kita mentaati Allah Swt maka Allah Swt akan menolong kita. Tidak cukup kita hanya berteriak-teriak saja, tapi perbaiki diri kita dulu. Keadaan di Palestine sekarang banyak yang terbunuh, jika niat mereka benar maka mereka mati dalam keadaan syahid. Mati syahid adalah mulia!

Yang perlu dikhawatirkan adalah keadaan orang Islam yang tidak melakukan atau meremehkan syari'at Islam, bukankah di sekitar kita sangat banyak orang Islam yang meremehkan sholat bahkan tidak sholat, sangat banyak orang Islam yang sholat Subuh-nya selalu saja terlambat dengan berbagai macam alasan mereka, sangat banyak orang Islam yang tidak mengeluarkan zakat, tidak melakukan puasa Romadhon dan lain sebagainya. Jika mereka ini mati, maka mereka akan mati dalam keadaan celaka karena tidak melakukan perintah Allah Swt dan Rosulullah Muhammad Saw!

Pertolongan dari Allah Swt itu berkat ketaatan kita kepada Allah Swt, musuh-musuh kita kalah karena mereka tidak taat kepada Allah Swt. Ada tiga hal yang diandalkan oleh musuh-musuh Islam, yaitu :
1. Harta, mereka terbuai dengan harta benda.
2. Teknologi, mereka terbuai dengan teknologi yang mereka punyai.
3. Bangunan, mereka terbuai dengan megahnya bangunan yang mereka bangun.

Mereka terbuai dengan ketiga hal tersebut dan mereka dengan berbagai cara menanamkan ini kepada umat Islam. Waspadalah! Padahal Rosulullah Muhammad Saw sudah mengingatkan kepada mereka agar tidak terbuai dengan hal-hal tersebut, tapi mereka tidak mentaatinya. Karena mereka tidak mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw, maka menjadi tidak bermanfaat apa yang mereka andalkan tersebut.

Ada orang yang dipahamkan oleh Allah Swt untuk mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw, tapi ada orang yang tidak dipahamkan oleh Allah Swt untuk mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw (jadi meski disampaikan tentang perintah-perintah Rosulullah Muhammad Saw, maka mereka tidak akan mentaatinya; sungguh celaka orang yang seperti ini!). Sebagaimana dikatakan oleh Alhabib Umar bin Hafidz bahwa orang yang berdzikir itu berarti mereka diijinkan oleh Allah Swt untuk berdzikir, sedangkan mereka yang tidak mau berdzikir maka mereka ini tidak diijinkan oleh Allah Swt untuk berdzikir. Jadi kita wajib bersyukur seandainya di saat ini kita masih mau untuk berdzikir dan mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw, karena Allah Swt mengijinkan kita untuk mengingat-Nya dan masih mengijinkan kita untuk mentaati perintah Rosulullah Muhammad Saw.

Rosulullah Muhammad Saw setiap malam menangis untuk umat beliau Saw, berdakwah untuk umat beliau Saw dan berkorban banyak untuk umat maka kita wajib mendengarkan dan menyimak apa yang beliau Saw sampaikan. Apa yang terjadi sekarang ini kembali kepada kita, maknanya adalah kapan kita kembali ke Allah Swt? Kapan kita kembali jalannya Allah Swt yang diajarkan oleh Rosulullah Muhammad Saw?

Taatlah kepada Alah Swt dan kepada Rosulullah Muhammad Saw agar Allah Swt menolong kita sebagaimana yang sudah terjadi di perang Badr.

Wednesday, January 07, 2009

Habib 'Umar bin Hafîdz

Oleh : Habib Naufal bi Muhammad Alaydrus


Sekilas Sejarah Dakwah
Habib 'Umar bin Hafîdz Di Indonesia

Dikutip Dari Obat Hati-1; Ringkasan Ihya Ulumiddin.
Saduran ceramah Habib Umar bin Hafidz
Penyadur : Naufal bin Muhammad ALaydrus
Penerbit : Taman Ilmu

Habib 'Umar bin Muhammad bin Sâlim bin Hafîdz merupakan seorang pendidik dan sekaligus ahli dakwah. Meski berasal dari tempat yang terpencil, Tarim, Hadhramaut, namun gema dakwah beliau sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa negara di Afrika, India, Malaysia, Indonesia, Amerika, Inggris, Kanada dan lain-lain. Dalam sebagian kunjungan dakwahnya tersebut, CNN, BBC, stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk mewawancarainya.

Pada tahun 1993 beliau berdakwah ke berbagai kota di Indonesia. Usia beliau saat itu 32 tahun. Masyarakat Indonesia terpesona melihat kesalehan, keluhuran budi, dan keluasan ilmunya. Beberapa orang tua, sebagian dari kalangan pondok pesantren, lalu mempercayakan pendidikan putra-putra mereka kepada beliau. Pada tahun 1998, beliau kembali ke Indonesia menyerahkan sendiri 30 anak yang telah dititipkan kepada beliau setelah dididik dan digembleng di pesantren beliau.

Tentang hal ini, di dalam ceramah yang beliau di hadapan guru kami, Al-Marhûm Habib Muhammad Anîs bin 'Alwî bin 'Alî Al-Habsyî, dalam kesempatan Haul Habib 'Alî bin Muhammad Al-Habsyî yang diselenggarakan setiap tahun di kota Solo, beliau berkata, "Para pelajar lulusan Tarim yang kalian lihat ini memiliki cerita menarik. Ketika Habib Anîs berkunjung ke Hadhramaut untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi di Anîsah, beliau bertemu dengan Habib 'Abdulqâdir bin Ahmad Assaqqâf dan mertua saya, Habib Muhammad bin 'Abdullâh Al-Haddâr.


Pada kesempatan itu Habib Anîs berkata kepada 'Abdulqâdir bin Ahmad Assaqqâf, "Aku ingin anak kita, 'Umar, berkunjung ke Indonesia untuk mengingatkan kami pada sejarah para salaf dan apa yang mereka miliki. Aku ingin anak-anak kita mengetahuinya."

Habib 'Abdulqâdir berkata, "Wahai 'Umar, bulatkan tekadmu, bangkitlah dan bertawakkal-lah kepada Allâh."

Pada saat itu mertua saya berkata, "Persiapkanlah dirimu, berangkatlah. Kami sungguh mengkhawatirkan sejarah salaf. Pergilah, agar mereka mengingat salaf dan keluarga mereka yang akan menyampaikan mereka kepada Allâh."

Akhirnya, berangkatlah saya ke Indonesia lima tahun yang lalu (1993), menghadiri haul ini, pertemuan ini. Setelah itu saya berkeliling ke berbagai kota. Berkat Habib 'Alî bin Muhammad Al-Habsyî dan niat baik ini (niat Habib Anîs), tergeraklah hati masyarakat. Mereka satu demi satu datang ke Hadhramaut. Jumlah mereka saat itu kurang lebih 30 orang yang datang dari berbagai kota di negeri ini; dari kalangan pondok pesantren dan orang-orang yang memiliki perhatian pada dakwah."[1]

Kedatangan awal Habib 'Umar ke negeri ini adalah berkat niat dan tekad mulia Habib Anîs. Dan Alhamdulillâh, cita-cita mulia beliau tersebut terwujud dengan baik. Semoga Allâh membalas Al-Marhûm Habib Muhammad Anîs bin 'Alwî bin 'Alî Al-Habsyî dengan sebaik-baik balasan, menempatkan beliau di Surga, bersama para Nabi, Shiddîqîn, Syuhadâ` dan kaum sholihin, Amin.

Kendati masih muda, Habib 'Umar disegani alim ulama, tua maupun muda. Beliau juga dikenal sebagai pemuda yang tak kenal lelah. Setiap tarikan napas, setiap energi yang dikeluarkan tubuhnya beliau gunakan untuk mengajar, berdakwah dan beribadah. Kader-kader Dârul Musthafâ terus mengalir ke berbagai belahan dunia, dan kehadiran mereka selalu disambut gembira.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Dârul Musthafâ memiliki nama harum dan berkembang pesat, tetapi faktor yang paling menonjol adalah karena pondok ini dikelola oleh seorang pengasuh yang memenuhi segala persyaratan. Habib 'Umar adalah seorang alim yang mengamalkan ilmunya. Beliau memiliki visi jauh ke depan; menerapkan dengan ketat managemen dakwah dan pendidikan. Beliau juga dicintai murid-muridnya sehingga memudahkan beliau untuk mengelola, menempa dan mencetak kader-kadernya sebelum diterjunkan ke dalam masyarakat. Beliau menjaga murid-muridnya, yang dekat maupun yang jauh, seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya.

Semoga Allâh memanjangkan usia beliau dalam curahan kebaikan dan kesehatan, serta menjadikan kita sebagai orang-orang yang dapat memetik manfaat dari beliau. Amin.


----------------------------------
[1] Ulama Hadhramaut, Putera Riyadi, Cet.I, Maret 1999, hal.67-68

Thursday, December 11, 2008

Kedatangan Habib Umar bin Hafidz

Oleh : Sekretariat Robithoh Alawiyah

JADWAL KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ

TGL 10 JANUARI 2009 - 18 JANUARI 2009
( 13 MUHARRAM 1430 H - 21 MUHARRAM 1430 H )


Sabtu 10 Januari 2009 ( 13 Muharram 1430 H )
Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Minggu 11 Januari 2009 ( 14 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Khaul Habib Syech Abubakar bin Salim di Cidodol
14.00 WIB Kunjungan ke Hb. Jindan di Al Fakhriyah

Senin 12 Januari 2009 ( 15 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Acara di Rumah Habib Husin bin Ali Alatas
12.00 WIB Pertemuan dengan Alumni Daarul Mustofa
15.00 WIB Pertemuan dengan para Eksekutif dan Pejabat di Bidakara
19.00 WIB Acara bersama dengan Majlis Rasulullah ( Hb. Mundzir
bin Fuad Musawa ) di Monas

Selasa 13 Januari 2009 ( 16 Muharram 1430 H )
Multaqo di Puncak

Rabu 14 Januari 2009 ( 17 Muharram 1430 H )
Multaqo di Puncak

Kamis 15 Januari 2009 ( 18 Muharram 1430 H )
06.00 WIB Rauhah ba'dal Shubuh di rumah Hb. Umar bin Muhammad
Mulachela11.00 WIB Kunjungan ke Rumah Hb. Abdurrahman bin Syeh Alatas
15.00 WIB Pertemuan dengan tohoh-tokoh AL IRSYAD
19.00 WIB Ijtima' di Masjid Nur Muhammad (Hb. Umar bin Muhammad
Mulachela)

Jum'at 16 Januari 2009 ( 19 Muharram 1430 H )
Sholat Jum'at di Al Hawi Condet
14.30 WIB Kunjungan ke rumah Hb. Syech bin Ali Al-Jufri
15.00 WIB Pembacaan Do'a untuk pembangunan gedung Rabithah
Alawiyah

Sabtu 17 Januari 2009 ( 20 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Kunjungan ke rumah Hb. Zen bin Umar Smith
11.30 WIB Kunjungan ke rumah Kel. Alm. Hb. Muhammad bin Husin
Al Hamid ( Sholat Dhuhur Berjamaah )
15.00 WIB Kunjungan ke Hb. Ali bin Abdurrahman Assegaf (Tebet)

Minggu 18 Januari 2009 ( 21 Muharram 1430 H )
08.00 WIB Kunjungan dan Ziarah ke Kwitang
Sore Kembali


*Catatan : Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Demikianlah, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Tuesday, December 02, 2008

Banyak Dzikir, Banyak Kebaikan Dunia Akhirat

Oleh : Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA

Sabtu, 25-02-2006, di rumah al-Habib Thohir bin Yahya - Semarang. Diterjemahkan : Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan

Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memulai ceramahnya dengan mengucap syukur pd Allah Swt yg telah mengumpulkan kita di perkumpulan yang mulia ini, perkumpulan yang penuh dengan rohmat, keberkahan dari Allah Swt, Allah Jalajaluh telah menentukan perkumpulan ini sebelum menciptakan alam semesta sehingga kita sekalian di malam hari ini berkumpul di perkumpulan yg mulia ini dengan di bawah naungan keridhoan Allah Swt, dengan di bawah naungan rohmat Allah Swt, perkumpulan yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah naungan dakwahnya Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah ajaran Nabi Muhammad Saw.

Kita berkumpul di malam hari ini, berkumpul berdzikir pada Allah Swt, mendengarkan ilmu yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, mendengarkan mempelajari apa-apa yang telah dibawa oleh Nabi kita Nabi Besar Muhammad Saw, kita berkumpul di malam hari ini mendengarkan ilmu, mendengarkan apa yang diajarkan Rosulullah tidak lain agar kita mengamalkan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Perkumpulan kita malam hari ini tidak lain adalah karena keberkahan Nabi Muhammad Saw, kalau bukan karena Rosulullah, kalau bukan karena Nabi Besar Nabi Muhammad Saw kita tidak akan pernah mengenal satu sama lain diantara kita, kalau bukan karena baginda besar Rosulullah Saw kita tidak akan pernah hadir di majlis ini, kalau bukan karena baginda besar Rosulullah Saw kita tidak saling mewasiatkan dengan al-haq washobar satu sama lain ayyuhal ihwan, kalau bukan karena baginda besar Nabi besar Muhammad Saw kita tidak akan pernah memiliki perbedaan dengan orang-orang kafir, orang-orang yang telah ditentukan oleh Allah untuk jauh dari Allah Swt, orang-orang yang dilaknat oleh Allah Swt, akan tetapi lihatlah Allah Jalajaluh menentukan kita di dalam qodlo' dan qodar-Nya dijadikan kita sebagai orang-orang beriman di sisi Allah Swt.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan kita ikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, kita ikuti ilmu yang dibawa Nabi Muhammad, yang menyerukan ajaran ini adalah Nabi Muhammad, ajaran yang datang dari Allah Swt, bukan dari pemikiran manusia, bukan dari orang yang sempit pemikirannya akan tetapi ajaran ini, agama ini datang dari Allah Swt dan ketahuilah: Kemuliaan kita, keagungan kita, kehormatan kita adalah dengan mengikuti ilmu Nabi Muhammad, dengan berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad Saw, berpegang teguh pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, dengan mengikuti jejak yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Perkumpulan kita di malam hari ini tidak lain adalah suatu pertanda dari Allah Swt, pertanda bahwa Alloh menghendaki untuk kita suatu kebaikkan, ini merupakan perkumpulan kita malam hari ini, pertanda bahwa Allah Swt akan mengangkat bala' dari kita sekalian, akan menyucikan hati kita, akan menyinari hati kita dengan cahaya-Nya yang terang benderang, perkumpulan kita di malam hari ini adalah perkumpulan yang penuh keberkahan dari Allah Swt, walaupun terkadang di malam hari ini kita berkumpul agak malam, akan tetapi walaupun kita agak capek sedikit berkumpul di ini malam, akan tetapi ingatlah nikmat yang diberikan Alloh Swt, sudah sepantasnya kita sebagai hamba untuk berjuang di jalan Allah Swt, untuk berkorban demi Allah Swt.

Demi Allah kalau bukan karena hadits, kalau bukan suatu hadits yang diucapkan oleh Rosulullah Saw, cukup hadits yang diucapkan Rosulullah Saw, di dalam hadits Rosulullah Saw bersabda:
"Di mana mereka orang-orang yang saling mencintai karena Aku (dikatakan oleh Allah)?"

Di hari kiamat kelak nanti diserukan suatu seruan yang memanggil mereka yang saling mencintai karena Allah Swt, yang saling menjenguk satu sama lain karena Allah Swt, yang saling berdzikir berkumpul berdzikir karena Allah Swt, mereka kelak akan di naungi oleh Allah Swt di bawah naungan rohmat Allah Swt. Di hari yang menakutkan, hari kiamat, dimana Allah Swt mendekatkan matahari sehingga disebutkan matahari didekatkan oleh Alloh Swt di atas kepala manusia satu mill sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw, sehingga manusia tertimpa suatu kesusahan yang begitu dahsyat, yang begitu menakutkan, mereka di bawah terik matahari yg panas, mereka dibanjiri oleh air keringat mereka sendiri, sehingga Nabi Muhammad Saw menyebutkan tentang hari kiamat yang begitu dahsyat, orang-orang yang dikumpulkan oleh Allah Swt di hari kiamat berdesak-desakan satu sama lainnya, diceritakan telapak kaki di atas seribu telapak kaki di bawahnya.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa mereka dibanjiri oleh keringat mereka, beberapa orang yang keringatnya sampai ke mata kakinya, beberapa lagi yang sampai ke lututnya, beberapa lagi sampai menutupi hidungnya.

Disebutkan di dalam hadits bahwa Nabi Muhammad ketika membawakan hadits tersebut beliau Saw mengisyaratkan ke hidungnya, beberapa orang sampai ditutupi oleh keringat sampai ke hidungnya, beberapa lagi sampai di atasnya, sampai 70 hasta karena tenggelam oleh keringat. Na'udzubillah mindzalik. Hari yang menakutkan, hari dimana Alloh Swt mengumpulkan al-awwalin wal ahirin, dan ketahuilah di hari yg menakutkan tersebut tidak ada yang mampu memberikan pertolongan dan syafa'at melainkan Nabi Muhammad Saw, Nabi yang agung, Nabi yang mulia di sisi Allah Swt.

Di dalam hadits, baginda Nabi besar Muhammad Saw, beliau Saw bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama kali memohon syafa'at kepada Allah Swt, dan aku adalah orang yang pertama kali yang diterima syafa'atnya oleh Allah Swt."

Dan ini Nabi Muhammad Saw, lihatlah di dalam hadits ini NabiMuhammad Saw mengajarkan agar kita menjalin hubungan dengan Nabi Muhammad Saw, menjalin hubungan yang erat dengan Rosulullah Saw. Dahulu para shohabat Rosulillahi Saw pernah suatu kali mereka berkumpul, berbicara satu sama lain membahas para Nabi-Nabi Allah, para Anbiya' Allah yang diutus oleh Allah, manusia-manusia yang mulia di sisi Allah Swt, dan inilah perkumpulan mereka para shohabat Rosulillahi Saw, mereka berkumpul mengingat Allah, mereka berkumpul mengingat Nabi Muhammad, mereka berkumpul mengingat orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Swt.

Lihat keadaan kaum muslimin sekarang, berbeda dengan keadaan para shohabat Rosulillah, kaum muslimin di jaman kita (mereka) berkumpul mengingat orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, menyebut nama-nama orang yang hina di sisi Allah Swt, sehingga betapa banyak kaum muslimin yang terpengaruh oleh pemikiran barat, pemikiran orang-orang yang tidak pernah sujud kepada Allah Swt. Kewajiban kita kaum muslimin, kewajiban kita sekalian ayyuhal ihwan adalah kita menyuburkan keimanan di dalam hati kita, kita tingkatkan keimanan kita pada Allah Swt, dan sungguh kemuliaan kita, keagungan kita dengan Allah Swt. Allah berfirman di dalam al-Qur'an:
"Kemuliaan, keagungan adalah milik Allah Swt, milik Rosulullah Saw, dan milik mereka yang beriman kepada Allah Swt, adapun mereka orang-orang munafiqin tidak mengetahui kalau kemuliaan adalah milik Allah Swt."

Oleh karena itu ayyuhal ihwan, kita agungkan Allah Swt, kita agungkan mereka mereka orang-orang yang diagungkan oleh Allah Swt, muliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Swt. Kewajiban kita mengagungkan Allah, mengagungkan Rosulullah, mengagungkan para shohabat Rosulillah, mengagungkan para auliya' Allah Swt. Disebutkan ketika pada suatu hari para shohabat Rosulillah Saw berkumpul, mereka menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi-Nabi yang terdahulu. Beberapa dari mereka
mengatakan:
'Lihatlah Nabi Ibrohim yang dijadikan oleh Allah sebagai Kholilullah (sebagai kekasih Allah Swt, sebagai orang yang dimuliakan oleh Allah Swt)!"

Maka beberapa shohabat yang lain mengatakan:
'Tapi lihat Nabi Musa yang lebih agung yang dijadikan oleh Allah sebagai Kalimullah, orang yang bicara langsung dengan Allah Swt!"

Beberapa lagi mengatakan:
'Lihat Nabi Isa As yang dijadikan oleh Allah sebagai Ruhullah sebagai Kalimatullah Swt!"

Beberapa lagi mengatakan tentang Nabi Adam yang diciptakan oleh Allah Swt secara langsung. Ketika mereka sedang menyebutkan keistimewaan para Nabi yang terdahulu, datang kepada mereka Nabi Muhammad Saw, ketika Nabi Muhammad datang pada mereka dan mengucapkan salam kepada mereka, Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka,
'Wahai para shohabatku, kalian berkumpul pada saat ini menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi utusan-utusan Allah Swt, kalian mengatakan bahwa Nabi Ibrohim adalah Kholilullah dan memang demikian Nabi Ibrohim adalah Kholilullah. Dan, kalian menyebutkan bahwa Nabi Musa adalah Kalimullah (orang yang berbicara langsung dengan Allah, yang bermunajat langsung dengan Allah) dan memang demikian adanya Nabi Musa sebagai Kalimullah. Dan demikian pula dengan Nabi Isa, dengan Nabi Adam As adalah orang yang mulia di sisi Allah Swt.'

Kemudian Nabi mengatakan kepada mereka,
'Dan ketahuilah wahai para shohabatku bahwa aku adalah kekasih Allah Swt, aku adalah habibullah, aku adalah kekasih Allah Swt, dan aku orang pertama yang memberikan syafa'at di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yg mulia dari kalangan makhluq yang diciptakan Allah Swt (aku yang mulia diantara mereka), dan aku adalah orang yang pertama yang mengetuk pintu Surga sehingga aku adalah Nabi pertama yang akan memasuki Surga dan bersamaku orang-orang fuqoro' dari orang-orang mukminin (orang-orang yang beriman kepada Allah Swt).'

Lihatlah Nabi Muhammad Saw, bagaimana beliau mengajarkan kita agar kita selalu menguatkan hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw. Allah dan Rosul-Nya lebih pantas kita agungkan, lebih pantas kita puaskan kalau memang kita beriman kepada Allah Swt.

Disebutkan oleh Sayyidina al-Habib Umar bahwa perkumpulan kita ini adalah perkumpulan yang insya Allah membawa keberkahan untuk kita sekalian, kita kelak di hari kiamat akan dibangkitkan oleh Allah Swt di hari yg menakutkan. Mengelompokan diri daripada Allah ke dalam Surga-Nya, dan kelompok akan digiring oleh Allah Swt ke dalam Neraka Na'udzubillah mindzalik. Oleh karena itulah persiapkan diri kita untuk menghadapi hari kiamat yang menakutkan dengan mensucikan hati kita, dengan menghidupkan syari'at Nabi Muhammad Saw, dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah Swt, jauhkan segala larangan Allah, jauhkan apa-apa yang diharomkan oleh Allah
Swt. Perbuatan yang diharomkan oleh Allah Swt seperti riba', seperti ucapan-ucapan yang kotor yang tidak diridhoi Allah Swt, tinggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah, melihat hal-hal yang diharomkan oleh Allah, mata kita...jauhkan mata kita dari maksiat yang diharomkan oleh Allah Swt! Agungkan perintah Allah Swt, agungkan apa yang diperintah oleh Allah Swt.

Dan, al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memberikan wasiat kepada kita sekalian agar menjadikan bagian dari al-Qur'an, kita membaca al-Qur'an setiap harinya, jangan kita tinggalkan al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah Swt. Setiap hari kita baca al-Qur'an, setiap hari kita berdzikir kepada Allah Swt, lihatlah Allah Jalajaluh berfirman di dalam al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah selalu kepada Allah, berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak."

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. Pernah sekali baginda besar Nabi Muhammad Saw ditanya oleh beberapa shohabat,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang berjihad di jalanmu, siapa diantara mereka yang mendapatkan pahala yang paling besar dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Mereka orang-orang yang berjihad yang paling besar mendapatkan pahala dari Allah Swt adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Sehingga beberapa shohabat bertanya lagi kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang mendirikan sholat, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad menjawab sebagaimana jawabannya yang pertama, beliau mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari mereka adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Beberapa shohabat lagi bertanya kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, orang yang berzakat, siapa dari mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Shohabat bertanya lagi,
"Mereka ya Rosulullah, mereka yang bersedekah di jalan Alloh, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari Allah Swt adalah mereka orang-orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Swt."

Ketika mendengar perkataan tersebut, Sayyidina Abubakar, Sayyidina Umar mengatakan kepada Nabi Muhamamad,
"Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, mereka kelak memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat!"

Maka Nabi Muhammad mengatakan kepada para shohabat-nya,
"Memang demikian, mereka orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, mereka telah memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat."

Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, beliau menyebutkan di dalam beberapa perkataannya beliau memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah Swt, bahwa bagi mereka keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat dari Allah Swt. Bahkan disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad Saw bahwa petir tidak akan menyambar orang-orang yang berdzikir kepada Allah Swt. Di dalam hadits yang lain, disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa seseorang hamba tidak mengerjakan suatu amalan yang mampu menyelamatkannya dari siksa api Neraka yang lebih ampuh daripada dzikir kepada Allah Swt. Ketika beberapa shohabat datang kepada Nabi Muhammad Saw, beberapa shohabat mengadu,
"Ya Rosulullah, syari'at Islam banyak amalannya, aku bingung bagian mana yang harus aku dahulukan? Maka berikan wasiat padaku suatu amalan ya Rosulullah yang aku pegang dengan teguh."

Maka Nabi Muhammad Saw memberikan kepadanya wasiat agar dia banyak berdzikir kepada Allah Swt.

Disebutkan lagi, seorang anak dari kalangan shohabat Rosulillah ditawan oleh orang-orang kafir, maka ayah dan ibu dari anak tersebut mengadu kepada Nabi Muhammad Saw, mengadu bahwa anaknya ditawan oleh orang-orang kafir, maka Nabi Muhamamd Saw memberikan wasiat kepada ayah dan ibu dari anak tersebut agar banyak berdzikir kepada Allah Swt. Dan Nabi Muhammad memberikan suatu dzikir yang berbunyi "Lahawla walaquwata illabillah" agar kedua orang tua tersebut memperbanyak membaca dzikir "Lahawla walaquwata illabillah", maka sang ayah dan sang ibu membaca "Lahawla walaquwata illabillah" dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, setiap waktunya dibaca dzikir tersebut.

Dan Allah Swt, ketika anak tersebut sedang ditawan kebetulan para penjaga yang mengawasi anak tersebut sedang ketiduran, maka sang anak ini berhasil menyelamatkan dirinya berkat pertolongan dari Allah Swt, keluar dari penjara! Sehingga dia mendapati orang-orang yang menjaga penjara sedang tertidur maka anak ini kabur, dan di luar melihat onta-onta orang-orang kafir, onta yang dimiliki orang-orang kafir, maka dirampaslah onta-onta tersebut dan dibawa ke kota Madinah. Ketika sampai sang anak, setelah menyelamatkan dirinya dari tawanan orang-orang kafir dengan membawa
harta rampasan dari orang-orang kafir, langsung datang ke rumah ayah dan ibunya. Didapati ayah ibunya sedang memperbanyak dzikir membaca "Lahawla walaquwata illabillah" yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka sang anak ini mengetuk pintu rumah orang tuanya. Ketika dibuka, orang tuanya sangat berbahagia melihat anaknya telah diselamatkan oleh Allah Swt dengan berkat dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan, kita perbanyak dzikir kepada Allah Swt, berdzikir dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hati kita, sehingga disebutkan beberapa orang wanita datang kepada seorang wali min auliya' illah di kota Baghdad, kebetulan wanita ini memohon-mohon kepada wali tersebut agar dituliskan kepadanya, kebetulan salah seorang keluarganya sedang sakit maka ini wanita datang wali min auliya' illah itu agar dituliskan suatu dzikir yang dicelupkan ke dalam air untuk diminum oleh anaknya atau keluarganya yang sedang sakit. Maka sang wali ini meminta kepada sang wanita tersebut untuk gelas untuk dituliskan di dalam gelas tersebut dzikrullah Swt yang nanti akan dituangkan air ke dalamnya untuk diminum oleh keluarganya yang sedang sakit. Baru diambil itu gelas, dan ini syeikh ini wali baru memulai menulis nama Allah, tiba-tiba gelas tersebut pecah karena tidak kuat menanggung nama Allah Swt. Ini wali menulis dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hatinya, baru menulis "La illaha illalloh" di dalam gelas, itu gelas langsung itu pecah, maka ini wali mengatakan kepada wanita itu, "Coba bawakan gelas yang lain untuk aku tulis nama Allah didalamnya!"

Dibawakan gelas yang lain, baru mulai menulis itu gelas pecah lagi, dan begitu seterusnya beberapa kali dibawakan gelas dan setiap kali ingin ditulis nama Allah itu gelas langsung pecah, maka sang wali ini mengatakan kepada wanita itu,
"Lebih baik engkau wahai wanita pergi kepada orang sholeh yang lain dan mohon do'a kepadanya, karena hatiku ini selalu hadir kepada Allah Swt, apabila aku berdzikir kepada Allah, hatiku khusyuk kepada Allah sehingga setiap kali aku menulis ini gelas akan pecah dan apabila engkau membawakan aku gelas yang ada di seluruh kota Baghdad, semuanya akan pecah tidak akan mampu menahan nama Allah yang aku akan tuliskan ke dalam gelas tersebut."


Lihatlah bagaimana orang-orang sebelum kita, ketika mereka berdzikir pada
Allah Swt, dan beginilah sepantasnyalah kita berdzikir kepada Allah Swt.

Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Al-Imam al-Quthb Sayyidina al-Habib Abdullah al-Haddad, beliau ketika berdzikir kepada Allah, beliau berdzikir dalam keadaan khusyuk, bahkan di tiap keadaannya beliau selalu dalam keadaan ingat kepada Alloh Swt, dalam keadaan khusyuk sehingga disebutkan ketika beliau akan sholat, beliau selalu memberikan wasiat para sahabatnya agar apabila beliau pergi sholat agar tidak seorangpun berbicara dengannya. Mengapa? Karena ketika beliau akan pergi ke Mushola untuk sholat, beliau sedang mengumpulkan hatinya untuk mengingat kepada Allah Swt, mengkonsentrasikan hati dan pikirannya untuk mengingat kepada Allah Swt. Disebutkan bahwa al-Habib Abdullah al-Haddad pernah sekali ketika ingin sholat di suatu Mushola atau di suatu Masjid, ketika beliau mengucapkan takbirotul ihrom, tembok yang ada di depannya langsung terbelah karena wibawa nama Allah Swt yang diucapkan al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Dan inilah para auliya' Allah, orang-orang yang sebelum kita ketika mereka berdzikir kepada Allah Swt.

Dan al-Habib Umar di akhir ceramahnya, beliau memberikan do'a kepada kita sekalian, beliau berdo'a dengan do'a yang insya Allah dikabulkan oleh Allah Swt. Beliau menyebutkan ketika beliau berdo'a, beliau mengatakan apabila salah seorang dari kita, bahkan apabila seseroang dari ujung bumi dia berjalan merangkak untuk menghadiri do'a yang dibaca ini maka memang sudah sepantasnya dia berjalan merangkak walaupun dari ujung dunia karena insya Allah do'a kita dikabulkan oleh Allah Swt, dan al-Habib Umar mendo'akan kepada kita sekalian agar majlis kita ini diberikan keberkahan oleh Allah Swt, dan dijadikan majlis kita ini majlis yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, do'a yang bersambung dengan do'a Nabi Muhammad, majlis yang bersambung dengan majlis Nabi Muhammad Saw.

Ini sedikit yang bisa saya (*) terjemahkan dari apa yang saya (*) fahami dari ceramahnya Sayyidina al-Habib Umar, mudah-mudahan apa yg kita dengar membawa manfaat untuk kita sekalian, wassholollohu ala sayyidina Muhammadin, wa ala alihi washohbihi wassalam, walhamdulillahirrobbil alamin.

__________________________________________________________________
(*) : Saya = Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan