Tuesday, June 23, 2009

Langkah Awal Suluk

Di dalam kitabnya, Alhabib Muhammad bin Abdullah Al'aidrus berkata bahwa landasan dari suluk (usaha menyempurnakan batin, pelakunya disebut salik) adalah mendidik nafsu, menyucikan nafsu dan menyempurnakan ahlaq.

Nafsu jika tidak dididik akan mengikuti ajakan-ajakan dan pengaruh dari hawa, karena sesungguhnya hawa itu adalah makanan nafsu. Oleh karena itu nafsu terikat erat dengan hawa. Hawa adalah segala sesuatu yang mengajak kita kepada kebatilan, juga segala sesuatu yang mengajak kita untuk lupa kepada Allah Swt.

Nafsu bisa dijauhkan dari pengaruh hawa asalkan kita benar-benar berusaha mengenali berbagai jenis hawa. Ketika kita sudah kenal dengan berbagai jenis hawa, kita harus berusaha untuk tidak terpengaruh dengannya.

Dikatakan paling tidak ada 2 cara untuk tidak terpengaruh oleh hawa, yaitu:
1. Mengalihkan perhatian
2. Menunda-nunda

Marah adalah salah satu jenis hawa yang terberat sebab marah melemahkan akal sehingga membuat kita lupa akan Allah Swt. Ketika kita berada di dalam situasi yang membuat kita marah adalah lebih baik kita mengalihkan perhatian kita dari penyebab kenapa kita marah. Hindari dia untuk sementara waktu sampai marah kita reda. Atau bisa juga kita menunda marah kita seperti ah nanti sajalah marahnya, beberapa saat lagi katakan pada diri kita ah nanti saja marahnya...ah nanti...nanti saja...begitu seterusnya sampai hilang marah kita.

Paling tidak seperti itu usaha membebaskan nafsu dari cengkeraman hawa. Setelah itu sucikan nafsu dengan melakukan berbagai amalan-amalan yang baik.

Monday, June 22, 2009

Ahlaq Dhohir & Batin

Oleh: Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan di dalam majlis Madadun Nabawiy tanggal 19 Juni 2009 di Masjid Alhikmah - Semarang, pembahasan kitab Is'afu Tholibiy Ridol Kholiq Bibayani Makarimal Ahlaq yaitu kitab karya Alhabib Umar bin Hafidh)

Kitab ini diawali dengan basmalah dan hamdalah. Jika suatu pekerjaan tidak diawali dengan basmalah dan hamdalah maka dikhawatirkan akan terputus dari ridho Allah Swt.

Ahlaq itu salah satu sifat yang menghiasi manusia dari sisi dhohirnya dan sisi batinnya. Sebelum kita mengerjakan segala sesuatu pasti diawali dengan niat di dalam hati, setelah hati kita sudah terbersit sebuah niat maka akan berlanjut ke otak kita dan otak kita lalu memerintahkan anggota-anggota badan kita untuk melakukan apa yang sudah kita niatkan. Jika salah satu dari tiga perangkat tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka akan berpengaruh terhadap lainnya. Lihatah bahwa antara batin dan dhohir saling berhubungan!

Jika dari awal (niat) sudah dimulai dengan sesuatu yang rapi, baik dan bersih maka itu adalah wujud awal dari ahlaq yang baik. Sebaliknya, jika dari awal sudah dimulai dengan sesuatu yang berantakan, buruk dan kotor maka itu adalah wujud awal dari ahlaq buruk. Dhohir dan batin itu saling dan selalu berhubungan dan tidak mungkin keduanya akan terpisahkan.

Batin yang baik jika ditampilkan dengan dhohir yang buruk maka ini kurang lengkap dan sering kali mengakibatkan kesalah-pahaman orang lain kepada kita. Kesalah-pahaman akan menimbulkan fitnah, dan jika kita bisa meminimalkan fitnah maka itu lebih baik. Jadi batin yang baik akan lebih indah jika disertai dhohir yang baik.

Batin yang buruk jika dibungkus dengan amalan dhohir yang terlihat baik tidak disukai oleh Allah Swt. Dhohir yang baik insya Allah berasal dari batin yang baik.

Batin kita harus selalu dibersihkan dengan melakukan berbagai amalan yang baik pula. Jika batin bersih maka Allah Swt akan mencurahkan ridho-Nya kepada kita. Jika kita melakukan kesalahan dhohir maka batin akan ternoda, batin yang ternoda akan mengakibatkan murka Allah Swt jika tidak diikuti dengan taubat yang sebenar-benarnya taubat.

Nabi Muhammad Saw diutus Allah Swt kepada kita adalah untuk menyempurnakan ahlaq kita, ahlaq dhohir dan ahlaq batin kita. Jika ada orang yang berkata oh batinku bersih tapi dhohirnya kotor maka ini dusta! Kecuali terhadap orang-orang tertentu itu pengecualian, seperti orang yang jadzab. Sering kali tingkah laku orang jadzab tidak sesuai dengan syari'at, itu bukan karena apa-apa selain karena oleh Allah Swt dituangkan cinta yang sangat besar ke dalam hati mereka sehingga mereka tenggelam di dalamnya.

Tidak semua orang mengalami keadaan seperti ini (jadzab), jadi hukum bagi mereka berbeda dengan hukum bagi kita. Ada orang yang jadzab tapi dhohirnya bisa sesuai dengan syari'at, ada juga yang tidak. Orang seperti ini harus dihormati akan tetapi tidak bisa dijadikan rujukan bagi kita dalam hal syari'at. Rujukan kita adalah orang yang batinnya bersih yang mengamalkan amalan-amalan dhohir yang baik.

Rahmat Terbesar Allah

Oleh: Ustadz Yahya Ma'arif - Cirebon

Berbahagialah kita karena kita mendapat rahmat dari Allah Swt, maka sangat wajar jika ada perayaan disaat pernikahan, kelahiran anak, mendapat rizqi bahkan ketika diadakan perayaan pada hari dimana nabi Muhammad Saw lahir adalah sangat wajar demi rasa syukur kita atas rahmat Allah Swt. Demikian makna dari perayaan-perayaan tersebut.

Ada sangat banyak rahmat dari Allah Swt yang sudah dan sedang dikaruniakan kepada kita, adapun rahmat Allah Swt yang terbesar adalah rasulullah Muhammad Saw.

Segala hal yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah mulia. Ilmu yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah ilmu yang mulia. Akhlaq yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah akhlaq yang mulia. Tradisi yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah tradisi yang mulia. Nasab yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah nasab yang mulia. Sahabat yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah sahabat yang mulia. Umat yang berhubungan dengan rasulullah Muhammad Saw adalah umat yang mulia.

Mengikuti rasulullah Muhammad Saw harus dengan cinta, sebab mengikuti saja tanpa ada cinta hanya akan melelahkan kita saja tanpa membuahkan manfaat sedikit pun bagi kita. Dan jangan hanya mengamalkan sunnah rasulullah Muhammad Saw yang dhohir saja, tapi juga amalkan sunnah-sunnah batin rasulullah Muhammad Saw. Dengan begini maka apapun yang kita kerjakan akan selalu bersama rasulullah Muhammad Saw, kita akan mengingat rasulullah Muhammad Saw dengan dhohir dan batin kita.

Jika kita merasa belum bisa mencintai rasulullah Muhammad Saw maka lihatlah perjuangan-perjuangan rasulullah Muhammad Saw! Rasulullah Muhammad Saw sangat tegar meski dilempar batu hingga dahi beliau Saw berdarah. Rasulullah Muhammad Saw tidak tampak gentar, beliau Saw menyeka darah yang keluar dari dahinya tersebut dengan kain di pundak beliau Saw.

"Apakah engkau takut darah ya rasulullah?", tanya sayyidah Fathimah.

Rasulullah Muhammad Saw menjawab, "Tidak, aku tidak takut darah! Aku hanya takut jika darahku ini sampai jatuh mengenai bumi maka bumi tidak akan menerima aku diperlakukan demikian."

Lihatlah bumi saja tidak terima rasulullah Muhammad Saw diperlakukan demikian! Kita seharusnya mengambil hikmah dari hal ini, relakah kita jika mereka memperlakukan rasulullah Muhammad Saw dengan buruk? Lihat ke dalam hati kita!

Dikatakan bahwa sepertiga umat rasulullah Muhammad Saw masuk surga, sepertiga lagi masuk neraka dulu baru kemudian masuk surga dan sepertiga yang terakhir masih tersisa sedikit iman di hati mereka.

Wednesday, June 03, 2009

Istighfar Bulan Rajab

Oleh: Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan dalam majlis Alghofar yaitu majlis pembacaan kitab maulid Simthud Durrar dan mauidloh, rutin setiap malam Rabu pahing di Semarang)

Sekarang kita berada di bulan Rabi'ul Akhir, sebentar lagi kita memasuki bulan Rajab. Kalau Sya'ban adalah bulannya Rasulullah Muhammad Saw maka Rajab adalah bulannya Allah Swt. Jika di bulan Sya'ban kita dianjurkan memperbanyak sholawat, maka di bulan Rajab ini kita dianjurkan memperbanyak istighfar, dianjurkan memohon ampunan atas semua dosa dan kekeliruan kita. Ada banyak jenis istighfar, diantaranya yang dianjurkan dibaca di bulan Rajab adalah "Robbighfiri warhamni watubb alayya" sebanyak 70x sehabis sholat fardlu.

Barang siapa membaca "Robbighfirli warhamni watubb alayya" sebanyak 70x aetelah sholat fardlu sebelum membaca do'a-do'a yang lain, maka insya Allah dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah Swt, dikabulkan hajat-hajat kita baik hajat akhirat ataupun hajat dunia.

Semakin kita memperbanyak membaca istighfar setiap harinya khususnya istighfar tersebut di atas, maka bukan hanya kita yang diampuni dosa-dosa kita dan bukan hanya kita yang dikabulkan hajat-hajat kita, tapi Allah Swt juga mengampuni dosa-dosa keluarga kita serta mengabulkan hajt-hajat keluarga kita demikian juga tetangga-tetangga kita, teman-teman kita dan sekitar kita.

Memohon ampunan dosa kepada Allah Swt sebanyak mungkin itu semakin baik bagi kita, asal kita mampu untuk istiqomah. Kalau kita belum mampu istiqomah membaca istighfar yang banyak maka istighfar-lah sebanyak yang kita mampu untuk istiqomah. Orang-orang terdahulu istiqomah membaca istighfar dalam jumlah yang banyak, dikatakan bahwa sayyidah Rabi'ah Aladawiyyah membaca istighfar sebanyak 12.000x setiap harinya, kalau kita mampu menirunya maka itu baik bagi kita. Kalau kita tidak mampu, maka 200x pun cukup bagi kita. Maka insya Allah hajat-hajat kita akan dipenuhi oleh Allah Swt asalkan kita tidak murtad. (Apakah yang non-Islam tidak dikabulkan do'a-do'anya? Allah Swt Maha Pengasih, kasih Allah Swt meliputi semua makhluq-Nya. Allah Swt memberikan yang kita minta, tapi Rahim-Nya untuk mereka yang beriman kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw).

Manfaat istighfar yang lain adalah kita mendapatkan syafa'at asalkan ditambah dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw dan apa yang kita minta sesuai dengan ikhtiar (usaha) kita (agar kita tidak terlalu panjang angan-angan sedangkan panjang angan-angan adalah kurang baik bagi kita).

Monday, June 01, 2009

Do'a Nabi Dawud As

Oleh : Kyai Baidlowi bin Abdusshomad

(Disampaikan dalam majlis pembacaan kitab maulid Simthud Durror di Gemah - Semarang setiap malam Sabtu Pon)

Suara nabi Dawud As sangatlah merdu dan indah sehingga karena sangat merdunya dan sangat indahnya angin pun berhenti ketika nabi Dawud As sedang tadarus. Selain suara beliau As yang merdu, wajah beliau As pun sangatlah tampan sebagaimana layaknya wajah nabi dan rasul yang memang tampan sehingga membuat terkesima semua makhluq terkesima karena keindahannya.

Pekerjaan beliau adalah seorang hakim yang mendapat gaji rutin dari kerajaan pada saat itu sehingga beliau memperoleh berbagai fasilitas seperti rumah yang bagus dan berbagai fasilitas keseharian yang lengkap. Suatu pagi, 2 malaikat yang menyamar menyerupai 2 laki-laki lewat di depan rumah beliau ketika beliau sedang berada di taman depan.

Kedua malaikat tersebut saling berbicara, mereka membicara tentang nabi Dawud As, tentang kenyamanan hidup nabi Dawud As, tentang kemudahan beliau As, tentang kemapanan beliau As, tentang kelebihan-kelebihan beliau As. Mereka sengaja mengraskan suara mereka sehingga terdengar oleh nabi Dawud As.

Nabi Dawud As kemudian bermohon kepada Allah Swt agar beliau dikaruniai pekerjaan lain. Allah Swt mengabulkan do'a beliau As, beliau As mempunyai keahlian mlenturkan besi yang beliau As pegang sehingga beliau mampu membuat berbagai jenis baju-baju perang. Dan usaha beliau As semakin besar karena baju-baju perang hasil karya beliau As diminati banyak orang.

Lalu, beliau As bermohon agar dikaruniai 4 perkara dan bermohon dijauhkan dari 4 perkara.

Nabi Dawud As bermohon dikaruniai 4 (empat) perkara, yaitu :

1. Berliau As bermohon dikaruniai lesan yang senantiasa berdzikir.

Berdzikirlah disesuaikan dengan apa yang kita lakukan. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab Bidayatil Hidayah yaitu kitab yang menjelaskan adab dan do'a yang dibaca dari kita bangun tidur hingga kita tidur lagi. Bangun tidur do'anya ini, masuk kamar mandi do'anya ini, keluar kamar mandi, buka pakaian, dst ada do'anya masing-masing dimana setiap do'a mengingatkan kita kepada Allah Swt, dzikir kewat lesan sekaligus dengan hati dan perbuatan kita.

2. Beliau As bermohon dikaruniai hati yang bersyukur.

Sebagaimana diterangkan bahwa barang siapa mensyukuri apa yang diterimanya, maka Allah Swt akan menambah nikmat-Nya. Apapun yang kita punya, kita miliki wajib kita syukuri sebagai karunia dari Allah Swt.

3. Beliau As bermohon dikaruniai kesabaran.

Sabar ada 3 (tiga) macam, yaitu sabar ketika menjalankan perintah-perintah Allah Swt lewat nabi Muhammad Saw, sabar ketika menjauhi larangan-larangan Allah Swt lewat nabi Muhammad Saw dan sabar ketika menghadapi bala' dari Allah Swt. Tanpa kesabaran kita tidak akan bisa menjalankan perintah-perintah-Nya, ita tidak bisa menjauhi larangan-larangan-Nya.

4. Beliau As bermohon dikaruniai istri yang membantu dalam urusan akhirat beliau As.

Dan Allah mengabulkannya, istri beliau As sangat membantu dalam semua urusan akhirat nabi Dawud As. Istri yang mengingat suami untuk sholat berjama'ah misalnya, membangunkan suami di akhir malam untuk sholat sunnah malam dsb. Begitu juga suami sudah seharusnya membantu urusan akhirat istrinya.

Nabi Dawud As bermohon dijauhkan dari 4 (empat) perkara, yaitu :

1. Beliau As bermohon dijauhkan dari keturunan yang memperbudak orang-tuanya yaitu anak yang tidak taat kepada orang-tuanya, senantiasa membantah orang-tuanya padahal perintah tersebut menyuruhnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw.

2. Beliau As bermohon dijauhkan dari istri yang menyebabkan suami susah.

3. Beliau bermohon As dihindarkan dari harta yang mendatangkan bala' dari Allah Swt.

4. Beliau As bermohon dihindarkan dari tetangga yang ketika melihat kebaikannya maka dia diam, sedangkan membicarakan (ghibah) ketika melihat keburukannya.

Ilmu, Tazkiyah & Da'wah

Oleh : Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun

(Disampaikan pada majlis Alghofar - pembacaan kitab maulid Simthud Durror di Tlogosari, Semarang)

Di dalam sejarah nabi Muhammad Saw ada tiga (3) hal yang bisa membawa kita menuju Allah Swt, yaitu ilmu, tazkiyah (pembersihan jiwa) dan da'wah.

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan yang menuntut ilmu beberapa derajat dibandingkan dengan mereka yang tidak. Beberapa derajat ini menurut sayid Abdullah bin Abbas adalah 70 derajat. Jarak setiap derajat kurang lebih 500 tahun.

Lihatlah betapa beruntungnya orang yang berilmu, bahkan setan pun takut kepada orang yang mempunyai ilmu! Beribadah itu lebih utama jika mempunyai ilmu tentang jenis ibadah yang akan kita lakukan tersebut, sangat berbeda beribadah dengan ilmu jika dibandingkan beribadah tanpa ilmu.

Kita tidak bisa melakukan sebuah ibadah pun jika kita tidak mempunyai ilmu. Manfaatkan umur kita dengan beribadah yang kita lakukan karena mengetahui ilmu tentangnya.

Ini termasuk mendirikan agama. Suatu saat Alhabib Sholeh Alhamid (Tanggul - Jawa Timur) ditanya apa yang menyebabkan do'a beliau cepat (bagai kilat) dikabulkan oleh Allah Swt? Beliau menjawab itu karena kesungguh-sungguhan dan kehati-hatian beliau terhadap segala hal.

Sungguh-sungguh dalam menjalankan perintah-perintah Allah Swt dan nabi Muhammad Saw dan sungguh-sungguh meninggalkan larangan Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. Itu yang membuat do'a Alhabib Sholeh Alhamid dikabulkan secepat kilat oleh Allah Swt.

Ilmu bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat kita. Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang dikenal mulia lalu setelah itu ikuti cara-cara ibadah dhohir mereka dan ikuti cara-cara ibadah batin mereka.

Yang kedua adalah tazkiyah (permbersihan jiwa), tazkiyah adalah untuk mencapai kedekatan kepada Allah Swt. Tazkiyah ada dua, tazkiyah dhohir dan tazkiyah batin. Tazkiyah dhohir yaitu dengan melakukan kebaikan sesuai Alqur'an dengan lesan kita dan dengan perbuatan kita.

Tazakiyah batin adalah dengan niat dan segala pekerjaan hati seperti sabar, syukur, ikhlas dsb. Dengan niat yang kuat akan menimbulkan kebarokahan waktu, misalnya ibadah yang lama dirasakan sebentar dan dilakukan istiqomah (rutin).

Dan hal yang terakhir yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah Swt setelah ilmu dan tazkiyah adalah da'wah. Da'wah wajib bagi kita muslim dalam banyak hal, dengan banyak cara dan dengan kemampuan kita. Da'wah butuh wawasan (ilmu), kekuatan, harta dan ilmu.