Wednesday, December 10, 2008

Manfaat Sholawat

Oleh : Kyai Budi Harjono (PonPes Al-Ishlah - Semarang)

ISTIGHOZAH QUBRO dan PENGAJIAN AKBAR

[Disampaikan di Masjid Baitussalam - Perum Kinijaya, Semarang, dihadiri oleh para Masyayih, Habaib, Ulama di semarang dan sekitarnya]

Assalamu'alaikum wr wb. Para Habaib yang saya muliakan, dan saya jalankan perintah-perintahnya, khususnya kepada para Kyai, dan khususnya kepada Mbah K.H. Munif Zuhri yang selalu saya jalankan perintah-perintahnya, dan juga kepada para jama'ah Maulid Dziba', bapak-bapak ibu-ibu yang dimuliakan Allah Swt.

Malam ini hati saya sangat bahagia sekali dalam keadaan sehat di hadapan anda semua, dan anda dengan berduyun-duyun menghadiri majlis ini dengan membawa mahabbah kepada kanjeng Nabi Muhammad Saw dari daerah yang jauh ke sini demi berdesak-desakan di sini. Atas amal anda semua ini (yang hadir di sini) semoga menjadi washilah dan do'a, semoga dikaruniakan panjang umur, rajin ibadah, dikaruniakan mudah barokah lancar semuanya, semoga anda semua dikaruniakan kesempatan ziarah ke Mekkah Madinah, semoga anak cucu kita dikaruniakan anak yang sholehah dan sholehah, dan saya lihat banyak anak-anak muda yang hadir (kalau ada orang tua yang taat itu bagus, tapi kalau ada anak muda yang taat itu lebih bagus) maka semoga para anak-anak muda yang sampai sekarang belum menikah cepat menikah, sedang yang sudah tua saya do'akan semoga lebih istiqomah. Kalau sewaktu-waktu kita dikehendaki Allah untuk meninggal, kita semua mohon agar dikaruniakan selalu bermohon kepada Allah, semoga kita ini dikaruniakan khusnul khotimah.

Kita mau apa lagi, di dunia ini diulang-ulang seperti apa pun ya tetap seperti ini, makan nasi pun lama-lama juga bosan kalau tidak ada bulan Ramadhan, dan banyak kenikmatan yang sudah tidak kita miliki lagi, dulu kuat tapi sudah jadi lemah sekarang, khususnya orang tua. Bahkan ada orang yang karena cintanya pada istri sampai pingsan karena mengenang kebaikkannya disaat kematiannya, apalagi orang yang cinta terhadap kanjeng Nabi.

Mengingat kasih-sayang kanjeng Nabi pada kita, seandainya saja perasaan semua itu diperlihatkan maka kita haturkan rasa terima kasih yang tiada terkira. Oleh sebab itulah kita ber-sholawat di sini, kanjeng Nabi bersabda bahwa kalau kita membaca sholawat di makam beliau Saw maka beliau mendengarkan sholawat yang kita bacakan dari makam beliau, tapi kalau kita membaca sholawat di tempat yang jauh dari tempat kanjeng Nabi maka kanjeng Nabi yang akan mendatangi tempat kita. Maka kalau kita membaca sholawat diharapkan kita tata pakaian kita dengan baik, kita tata hati kita dengan baik karena merasa dihadiri kanjeng Nabi, dan beliau hadir mendekati kita, digambarkan dekatnya itu seperti dekatnya pengantin baru.

Mari kita membaca sholawat Annabi sholu alaihi, saya dulu nanti anda ikuti setelah saya:
"Annabi sholu alaih, sholawatullahi alaih..." (red. kemudian kyai Budi bersholawat bersama dengan jama'ah).

Para hadirin, kalau kita duduk di majlis Maulud, cukup perasaan hati jadi kekayaan kita, sebab malaikat Jibril berbicara kepada Allah Swt:
"Ya Allah, mohon diizinkan saya hendak menuntun orang yang membaca sholawat pada kanjeng Nabi melewati shirothol mustaqim dengan selamat."

Malaikat Mikail juga begitu,
"Kepala saya juga tidak akan saya angkat-angkat kalau Engkau belum memberi ampunan untuk orang-orang yang mau membaca sholawat."

Yang lebih anugrah agung lagi, malaikat pencabut nyawa, malaikat Izrail, berbicara pada Allah,
"Gusti, mohon saya diizinkan mencabut nyawa orang-orang yang membaca sholawat ini dengan tata cara mencabut nyawa para Nabi."

Oleh sebab itu, saya melihat anda semua duduk di tanah seperti ini, gembira rasa hati saya, semoga Allah mengkaruniakan kasih sayang-Nya pada anda semua dan saya, seumpama ada yang punya dosa semoga diampuni oleh Allah, kalau Allah menghendaki memberikan ampunan maka dengan melihat amal baik kita, meski amal kebaikkan kita tidak seberapa tapi kalau amal kebaikkan kita yang ada hanya ini, maka semoga ini bisa menjadi washilah ke surga-Nya Allah Swt.

Berdasarkan salah satu kitab Imam Ghozali, di halaman pertama beliau menukil hadits bahwa Allah Swt menciptakan malaikat yang sayapnya itu kalau direntangkan mencapai barat dan timur, kepalanya di bawah Arsy, kakinya tertancap di bumi lapis ke-7, malaikat ini setelah diperintahkan oleh Allah untuk menceburkan diri ke lautan cahaya-Nya Gusti Allah, malaikat itu setelah keluar dari lautan cahaya-Nya itu lalu mengibaskan sayapnya yang jumlah sayap itu jumlahnya sama dengan jumlah semua makhluq, setiap tetes air dari sayap itu menghasilkan hanya maghfiroh-Nya Allah Swt untuk yang mau membaca sholawat kepada kanjeng Nabi Muhammad Saw. Ini sampai hari kiamat. Cukup sampai di sini.

Wassalamu'alaikum wr wb

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan Anda atas tulisan di atas.

Post a Comment