Saturday, July 22, 2006

Jangan Meremehkan Sesuatu !

Assalamu'alaikum wr wb

Siang itu si fulan setengah berlari menuruni anak tangga, tujuannya satu : ke kamar mandi! Entah kenapa akhir-akhir ini dia sering kebelet pipis...

Sesampainya di kamar mandi, karena sudah benar-benar tidak tahan akhirnya dia terpaksa pipis sambil berdiri, sudah tidak sempat lagi untuk jongkok sebagaimana yang diajarkan guru-gurunya bahwa kalau pipis itu sunnahnya sambil jongkok (meski laki-laki), jangan sambil berdiri...karena tidak tahan, dia lupa...

Masih tetap berdiri, dia meratap dalam hati,
"Astaghfirullah, ya Allah jangan jauhkan hamba dari sunnah...ampuni hamba ya, Allah..."
Selalu begitu, penyesalan selalu terakhir datangnya...

Dia menututurkan memang akhir-akhir ini dia sering meninggalkan sholat-sholat sunnah, bahkan sholat wajib-nya pun jarang yang tepat waktu, bahkan sering meninggalkan sholat wajib karena perkara sepele, dia kurang menghargai waktu...sampai-sampai pipis pun dengan berdiri, dia menyesal kenapa seakan dia meremehkan sunnah, yang wajib...

"Padahal dikatakan padaku, jangan sampai meremehkan kita adab sebab meremehkan adab bisa berakibat kita meremehkan perkara sunnah! Jangan sampai kita meremehkan perkara sunnah sebab meremehkan perkara sunnah bisa berakibat kita meremehkan perkara wajib! Jangan meremehkan perkara wajib, meremehkan perkara wajib adalah perkara sangat buruk!"

Saya memperhatikan...

"Tapi kenapa saya lupa........."

Ma'afkan kami ya, Allah...

Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika...


Wallahu a'lam bishshowab

Wassalamu'alaikum wr wb

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum,
    Apa kabar? Semoga sehat selalu.
    Koq blognya blom dibuat "read more"-nya?
    Coba antum buka di Blogdotmuslimblogdotnet

    Masalah buang air kecil yang ana tau, Rasulullah pernah buang air kecil sambil berdiri, pernah juga dengan jongkok. Namun yang paling utama adalah bagaimana caranya agar air seni yang keluar tidak mengenai pakaian.

    Riwayat bahwa beliau melarang kencing sambil berdiri tidak shahih. Baik riwayat Aisyah ataupun yang lain.

    Disebutkan dalam sunan Ibnu Majah dari hadits Umar, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata :

    "Artinya : Janganlah engkau kencing berdiri".

    Hadits ini lemah sekali. Adapun hadits Aisyah, yang disebut-sebut dalam pertanyaan tadi sama sekali tidak berisi larangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri. Hadits tersebut hanya menyatakan bahwa Aisyah belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri.

    Kata Aisyah Radhiyallahu 'anha.

    "Artinya : Barangsiapa yang mengatakan pada kalian bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah buang air kecil sambil berdiri maka janganlah kalian membenarkannya (mempercayainya)".

    Apa yang dikatakan oleh Aisyah tentu saja berdasarkan atas apa yang beliau ketahui saja.

    Disebutkan dalam shahihain dari hadits Hudzaifah bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melewati tempat sampah suatu kaum, kemudian buang air kecil sambil berdiri.

    Dalam kasus-kasus seperti ini ulama fiqih berkata : "Jika bertentangan dua nash ; yang satu menetapkan dan yang lain menafikan, maka yang menetapkan didahulukan daripada yang menafikan, karena ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh pihak yang menafikan.

    Jadi bagaimana hukum kencing sambil berdiri ?

    Tidak ada aturan dalam syari'at tentang mana yang lebih utama kencing sambil berdiri atau duduk, yang harus diperhatikan oleh orang yang buang hajat hanyalah bagaimana caranya agar dia tidak terkena cipratan kencingnya. Jadi tidak ada ketentuan syar'i, apakah berdiri atau duduk. Yang penting adalah seperti apa yang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sabdakan.

    "Maksudnya : Lakukanlah tata cara yang bisa menghindarkan kalian dari terkena cipratan kencing".

    Dan kita belum mengetahui adakah shahabat yang meriwayatkan bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri (selain hadits Hudzaifah tadi, -pent-). Tapi ini bukan berarti bahwa beliau tidak pernah buang air kecil (sambil berdiri, -pent-) kecuali pada kejadian tersebut.

    Sebab tidak lazim ada seorang shahabat mengikuti beliau ketika beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam buang air kecil. Kami berpegang dengan hadits Hudzaifah bahwa beliau pernah buang air kecil sambil berdiri akan tetapi kami tidak menafikan bahwa beliaupun mungkin pernah buang air kecil dengan cara lain.

    Semoga bermanfaat.
    Mohon maaf ya akh.

    ReplyDelete

Silahkan sampaikan tanggapan Anda atas tulisan di atas.