Saturday, July 29, 2006

Kunjungan Habib Alwi Solo Kepada Habib Abubakar Gresik 3

Assalamu'alaikum wr wb

Saya ambil dari http://www.zawiya.net

Pertemuan Dengan Habib Abubakar Gresik
(Catatan Habib Abdulkadir bin Husein Assegaf)

Setelah duduk sebentar, kami melanjutkan perjalanan ke Gersik bersama Al-’Am Abdulkadir. Pukul 17.15 kami telah sampai di depan rumah Habib Al-‘Ârifbillâh Abubakar bin Muhammad Assegaf. Di depan rumah tampak Sayid Hud bin Abdullah, putra Habib Abubakar dan sejumlah Muhib di antaranya Salmin Doman telah siap menyambut kedatangan kami.

Beberapa saat sebelumnya Salmin Doman masih
di Surabaya. Setelah mengetahui tujuan perjalanan Sayyidiy Alwi, ia segera menyusul ke Gresik untuk menyambut Sayyidiy Alwi dan ikut dalam majelis-majelis beliau.

Kami kemudian masuk ke dalam rumah Habib Abubakar yang penuh berkah. Tatkala menatap wajah beliau yang tampan dan bercahaya seperti bulan purnama,
air mata kami jatuh berderai.

Kebahagiaan menyelimutiku
begitu hebat hingga ‘ku tak kuasa
menahan tangisku

Sayyidiy Alwi menghampiri Habib Abubakar[10], mencium tangan beliau. Keduanya lalu saling berpelukan, menangis dan bersyukur kepada Allah Ta’âlâ atas pertemuan ini. Sepuluh tahun lamanya mereka tidak saling berjumpa. Kekhusyukan dan haibah pertemuan ini dirasakan oleh semua yang hadir. Mereka seakan terpukau dan suasana menjadi hening. Setiap pipi basah oleh air mata, setiap kepala tertunduk ke bawah. Mereka semua menyaksikan pertemuan agung ini setelah perpisahan yang begitu lama. Perpisahan yang dimaksud adalah perpisahan raga, adapun ruh mereka senantiasa hadir dan tak pernah berpisah.

Habib Abubakar, semoga Allah memanjangkan umurnya, menatap Sayyidiy Alwi dan berulang kali mengucapkan selamat datang dan penghormatan. Selang beberapa saat Habib Abubakar memeluk beliau. Ini dilakukannya tiga kali. Tanda-tanda kebahagiaan dan suka cita tampak jelas di wajah keduanya.

Habib Abubakar berkata:

“Yang telah memegang takkan melepaskan.”[11]

“Aku akan mentaatimu. Aku datang kemari dengan berbagai kebutuhan. Dan mengharapkan pemberian untukku, anak-anakku, dan keluargaku,” kata Sayyidiy Alwi. Beliau lalu membacakan salah satu ayat Quran.

“Hai pembesar, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS Yusuf, 12:88)

“Tentu…, tentu…, aku akan memberimu kabar gembira,” kata beliau, “Sejak subuh hari ini aku merasa gelisah dan tak banyak berkata-kata. Aku tidak tahu apa sebabnya. Melihat engkau datang, hilanglah kegelisahanku, hatiku terasa lapang dan aku menjadi bersemangat.”

Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika...

Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb


Catatan Kaki :
[10] Habib Abubakar lahir di Besuki Jawa Timur tahun 1285 H, meninggal di Gresik, Jawa Timur pada malam Senin 17 Dzulhijah 1376 H pada usia 91 tahun. Jadi pada pertemuan ini usia beliau 86 tahun.
[11] Maksudnya, Habib Abubakar takkan membiarkan Sayyidiy Alwi pergi.

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan Anda atas tulisan di atas.